Sambut Mudik, Proyek Jalan Tol Resmi Berhenti Sementara

Kompas.com - 27/05/2019, 04:02 WIB
Lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Jawa Barat tersendat pada Rabu pagi (22/5/2019). Sejak Simpang Susun (SS) Cikunir, antrean panjang kendaraan ini dipicu akibat bergesernya Steel I-Girder (SIG) atau balok baja Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Elevated) dari truk multi-axle. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGLalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Jawa Barat tersendat pada Rabu pagi (22/5/2019). Sejak Simpang Susun (SS) Cikunir, antrean panjang kendaraan ini dipicu akibat bergesernya Steel I-Girder (SIG) atau balok baja Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Elevated) dari truk multi-axle.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna kelancaran arus mudik dan balik, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, resmi menghentikan sementara pekerjaan proyek di seluruh jalan tol. Penghentian ini mulai berlaku sejak 26 Mei pukul 00.00 WIB hingga 15 Juni 2019 mendatang.

"Saya hari ini melihat bahwa proyek-proyek pembangunan yang ada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah berhenti, hal ini tentunya akan bermanfaat untuk pengguna jalan yang mau mudik dan balik," ucap Kepala Korlantas Refdi Andri, saat meninjau pelaksanaan persiapan Arus Mudik bersama jajaran Jasa Marga, Minggu (26/5/2019).

Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur, mengatakan, dihentikanya proyek jalan tol diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi kelancaran jelang arus mudik dan balik. Mengingat beberapa ruas, terutama di Jakarta-Cikampek sering terjadi kepadatan panjang.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal Pemberlakukan Diskon Tarif Tol Mudik 2019

Berhentinya pengerjaan proyok, menurut Subakti memberikan kapasitas lajur jalan bertambah berkat mulai digesernya pagar pembatas proyek yang sebelumnya lumayanan memakan badan jalan sehingga terjadi penyempitan.

"Salah satu contohnya adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, dimana sektor yang sebelumnya digunakan sebagai area kerja kini dengan menggeser pagar-pagar pembatas proyek, area tersebut dapat digunakan sebagai lajur bagi pengguna jalan, sehingga akan lebih lancar," ucap Subakti.

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated) yang konstruksinya sudah mencapai 81 persen, Selasa (7/5/2019).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated) yang konstruksinya sudah mencapai 81 persen, Selasa (7/5/2019).
Selain penghentian proyek dan optimalisasi kapasitas lajur, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usahanya ikut melakukan upaya-upaya lain untuk penyiapan lalu lintas mudik dan balik lebaran.

Mulai dari perbaikan jalan yang rusak pada lokasi widening, menyiapkan crane untuk membantu evakuasi kendaraan besar, menyiagakan patroli untuk percepatan penanganan gangguan lalu lintas, mengurangi atau menutup area proyek, serta pengecatan ulang marka jalan dan penambahan rambu imbauan, termasuk pemenuhan lampu di pagar proyek.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X