Jasa Marga Klaim Rest Area Tol Trans Jawa Sudah Memadai

Kompas.com - 19/05/2019, 12:32 WIB
Lokasi rest area di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (17/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLokasi rest area di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (17/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mudik tahun ini, diprediksi akan ada banyak orang yang akan melewati jalur darat, khususnya Tol Trans Jawa. Melihat hal ini, PT Jasa Marga yakin rest area di sepanjang jalur tol sudah memadai.

Untuk mengatasi kemacetan, pemerintah sudah menetapkan untuk memberlakukan sistem one way di sepanjang jalur Tol Trans Jawa pada tanggal-tanggal yang diperkirakan akan terjadi puncak arus mudik dan balik.

Baca juga: Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019

Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga, mengatakan bahwa one way bagi Jasa Marga salah satunya adalah solusi untuk mengatasi macet yang disebabkan rest area.

"Dengan sistem ini, traffic menjadi rata, dan rest area bisa sama-sama terisi," kata Desi saat diskusi yang bertema 'Mudik Selamat, Guyub Rukun' yang digelar oleh TerasKita di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Desi menambahkan bahwa rest area itu ada regulasinya tiap berapa kilometer. "Ada tiga tipe rest area, yang terbesar itu tipe lengkap dari toilet, parkir, masjid, sampai SPBU. Lalu, tipe yang sedang tanpa SPBU. Setelah itu, tipe yang kecil tanpa penjual makanan. Semua sudah ada regulasinya," jelas Desi.

Baca juga: Pemudik Sepeda Motor Bergeming pada Tawaran Mudik Gratis

Dengan tersambungnya jalur Tol Trans Jawa, Desi mengatakan itu semua sudah tersedia. Dengan jarak yang sudah diatur, Desi juga mengatakan bahwa sebetulnya masyarakat bisa tertib.

"Kita mengimbau kepada pemudik untuk beristirahat setiap 2 jam atau 400 km, dari sisi jarak semua sudah memadai. Berhentilah di rest area berikutnya jika rest area yang ditemui sudah penuh, sehingga tidak menimbulkan kemacetan," saran Desi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X