Begini Rumus Penghitungan Pajak STNK

Kompas.com - 14/05/2019, 11:07 WIB
Contoh STNK yang mengalami biaya kepengurusan baru ditambah pajak progresif roda duaOtomania/Setyo Adi Contoh STNK yang mengalami biaya kepengurusan baru ditambah pajak progresif roda dua

JAKARTA, KOMPAS.com - Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK) merupakan bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, yang berfungsi sebagai kelengkapan mobil atau sepeda motor ketika digunakan di jalan. Isinya, identitas pemilik, identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi, dan masa berlaku termasuk pengesahan.

Namun, tidak semua orang mengetahui apa istilah yang tercantum pada STNK. Bahkan, perhitungan pajak dan denda pun bisa dilihat dari dokumen penting tersebut.

Berikut istilah yang tercantum di STNK plus perhitungan pajaknya:

1. BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor). Besarnya 10 persen dari harga kendaraan (off the road) atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan bekas (second) sebesar dua pertiga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Baca juga: Berapa Biaya Ubah Status Warna Kendaraan di STNK?

2. PKB. Besarnya 1,5 persen dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual.

3. SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja.

4. BIAYA ADM (Biaya administrasi): Untuk kendaraan baru tidak dikenakan dan apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM.

5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor : Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ.

Perhitungan Denda PKB: 25 persen per tahun
Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12
Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12
Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000 untuk roda 2 dan Rp 100.000 untuk roda 4.

Contoh: Anda punya sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan. Jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Maka Anda dikenakan denda keterlambatan sebesar (Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000.
Sehingga, total yang harus dibayar sebesar adalah Rp 232.000 (PKB) + Rp 35.000 (SWDKLLJ) + Rp 61.000 (denda) = Rp 328.000.



Terkini Lainnya

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Sport
Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Tips N Trik
Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

News
[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

Feature
Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

News
Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Sport
Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Tips N Trik
Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

News
Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Sport
Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

News
Ragam Helm 'Full Face' Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Ragam Helm "Full Face" Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Aksesoris
Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

News
Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Tips N Trik
Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

News
Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen 'Luxury'

Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen "Luxury"

News

Close Ads X