Tantangan Terberat dalam Pembatasan Kendaraan Pribadi

Kompas.com - 20/03/2019, 08:22 WIB
Ilustrasi jalan macet KOMPAS / AGUS SUSANTOIlustrasi jalan macet

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengusulkan pembatasan kendaraan pribadi di DKI Jakarta. Rencana itu pun disambut baik oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi.

Menurut Budi, ada satu tantangan yang dinilai cukup besar ketika merealisasikan rencana tersebut, yaitu mengubah kebiasaan sampai budaya masyarakat dari mengendarai kendaraan pribadi beralih menggunakan transportasi umum.

"Jelas itu akan berat, tetapi memang harus dilaksanakan. Kalau tidak, percuma saja ada transportasi umum yang aman dan nyaman, tetapi masyarakat masih menggunakan motor atau mobil," ujar Budi ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (19/3/2019) sore.

Masyarakat, kata Budi harus dikenalkan atau diedukasi bahwa menggunakan transportasi massal itu lebih menyenangkan dan aman, serta efisien daripada membawa kendaraan pribadi.

Baca juga: Ada MRT, Pembatasan Kendaraan Pribadi Bisa Dilakukan

"Daripada menggunakan kendaraan pribadi, lebih mahal karena harus mengeluarkan biaya bahan bakar, dan lain sebagainya. Perlu waktu, tetapi harus sudah segera dimulai agar masyarakat terbiasa nantinya," kata Budi.

Rencana ke depan, pemerintah Indonesia juga akan terus mengembangkan transportasi umum, agar masyarakat mau beralih dari mobil atau motor.

"Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat kemacetan atau kepadatan lalu lintas. Pemerintah sudah memperbaiki transportasi umum, sekarang masyarakat yang harus mau atau terbiasa beralih," kata Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X