Mobil Diesel Jangan Asal Minum Solar

Kompas.com - 18/03/2019, 11:14 WIB
Toyota Fortuner TRD Sportivo meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Kini semua varian Fortuner menggunakan spion lipat otomatis, lampu utama Bi-Beam LED, dan rem cakram di roda belakang. Khusus varian VRZ 4x4 kini dilengkapi downhill assist control Febri Ardani/otomania.comToyota Fortuner TRD Sportivo meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Kini semua varian Fortuner menggunakan spion lipat otomatis, lampu utama Bi-Beam LED, dan rem cakram di roda belakang. Khusus varian VRZ 4x4 kini dilengkapi downhill assist control
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil yang menggunakan mesin diesel, jelas berbeda dengan bensin. Oleh sebab itu, dalam pemilihan atau penggunaan pun harus disesuaikan, agar performa jantung pacunya tetap optimal.

Khusus mobil yang menggunakan mesin diesel, seperti saran Sapta Agung Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat, harus lebih fokus kepada solar yang menghasilkan kebersihan ruang bakar, rmisi, hingga saluran bahan bakar.

"Jadi pengguna mobil diesel harus memperhatikan kandungan sulfur dalam solar tersebut," ujar Sapta kepada Kompas.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Sapta, semakin rendah kandungan sulfur, maka akan lebih bersih juga emisi gas buangnya, saluran bahan bakar, filter solar, hingga ke ruang bakar.

"Alhasil membuat performa mobil tersebut tetap prima karena BBM-nya disesuaikan dengan spesifikasi atau rekomendasi dari pabrikan," kata Sapta.

Baca juga: Suzuki Lagi Siapkan Ertiga Diesel Terbaru

Lantas, bagaimana dengan mobil mesin diesel yang menggunakan BBM jenis Biosolar? Sebelumnya, General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi pernah mengatakan bahwa pada saat awal penerapan biodiesel memang ada kemungkinan fuel filter lebih cepat kotor karena sifat bio itu melarutkan kotoran di tangki dan saluran bahan bakar.

"Tetapi itu pada saat penggunaan awal biodiesel dan pada mobil yang sudah lama," ujar Dadi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: “Masuk Angin” Juga Bisa Serang Mesin Mobil, Khususnya Diesel

Dadi menambahkan, karena bio diesel itu sebenarnya sudah lama, sehingga untuk sekarang tidak lagi ada masalah soal itu. Menurutnya, pesanan saringan bahan bakar diesel Toyota pun normal-normal saja.

"Rekomendasi kami setiap 30.000 km ganti saringan bahan bakar. Sejauh ini masih normal saja semuanya," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X