Polisi Bantu Urus Kendaraan yang Jadi Korban Tsunami

Kompas.com - 23/12/2018, 16:33 WIB
Kondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018). Pusdalsis KGKondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri, sudah memberikan perintah kepada Dirlantas Polda Banten, untuk membantu masyarakat yang menjadi korban tsunami Banten, dalam pengurusan surat-surat.

Langkah awal, kata Refdi diperintahkan untuk di data semua kendaraan baik itu mobil atau sepeda motor yang terkena gelombang air pasang laut.

"Setelah itu baru diperiksa dan kemudian akan kita berikan toleransi dalam hal pengurusan surat-surat kendaraannya," ucap Jenderal Bintang Dua itu ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (23/12/2018).

Baca juga: Mobil Bukan Tempat yang Aman untulk Berlindung dari Terjangan Tsunami

Refdi melanjutkan, pemberian bantuan tersebut seperti mempermudah dalam mengurus pembuatan surat-surat baru, apabila telah hilang atau rusak. Asalkan, disertai dengan bukti kepemilikan yang jelas.

Kondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018).Pusdalsis KG Kondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018).

"Sudah pasti akan kami bantu, dan sesuai dengan yang kita perintahkan harus mendapatkan prioritas buat warga Banten atau masyarakat lainnya yang kendaraannya menjadi korban tsunami Banten," ujar Refdi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X