Deteksi Mobil Boros BBM, Simak Faktor Penyebabnya - Kompas.com

Deteksi Mobil Boros BBM, Simak Faktor Penyebabnya

Kompas.com - 11/10/2018, 09:22 WIB
Petugas mengisi BBM bersubsidi jenis PremiumKOMPAS/PRIYOMBODO Petugas mengisi BBM bersubsidi jenis Premium

JAKARTA, KOMPAS.com – Mobil terasa lebih boros bahan bakar minyak (BBM) dibanding biasanya, faktornya bukan hanya dari cara berkendara si pengemudinya, tapi masih ada beberapa penyebab lainnya untuk diperhatikan. Apalagi harga BBM terus naik saat ini, faktor irit semakin jadi perhatian pemilik kendaraan bermotor.

Tentu apabila didiamkan, pemilik bisa merogoh kocek lebih dalam karena mobil lebih sering tenggak BBM, lebih lagi saat ini harga BBM sudah makin mahal. Deteksi sejak awal, berikut beberapa faktor yang bisa buat mobil boros.

Pertama, bahan bakar yang kotor dan membuat mesin bertumpuk kerak, sehingga kerjanya semakin berat.

“Jadi bahan bakar itu tidak semuanya bersih, jadi lama kelamaan pasti akan ada penumpukkan misalnya seperti kerak di dalam mesin, kemudian juga di saluran injektornya pasti dia akan lebih boros,” kata Om Heron dari bengkel R Speed kepada KOMPAS.com, Kamis (4/10/2018).

Baca juga: Mau Modifikasi, Ini Tips dan Triknya agar Tak Tersesat

Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU  34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).

Kedua, kondisi filter udara yang mengalami penumpukan debu, di mana ini membuat saluran udara mampet. Jadi memang jangan abaikan servis berkala.

Ketiga, pemakaian bahan bakar yang tidak tepat, terutama yang tak sesuai dengan kompresi mesin mobil. “Saat ini tak mungkin kita pakai Premium bisa lebih bagus kondisinya, tidak. Jadi pilih bahan bakar yang bagus,” ujar Heron.

Keempat, terkait dengan setelan klep. “Ketika mobil boros, bisa jadi juga permasalahan ada di setelan klep, jadi perlu dicek ulang setelannya dan disesuaikan kembali kerenggangannya,” ucap Heron.

Kelima, bisa juga dari sisi ban, di mana kembangannya sudah botak. Ini membuat daya cengkeram kurang dan mudah spin, sehingga putaran mesin naik. Bisa juga karena tekanan angin ban tak sesuai, dan modifikasi ban yang lebih besar dari ukurannya.


Close Ads X