Pajak Baru, “MPV Sejuta Umat” Tak Lagi Jadi Anak Emas

Kompas.com - 09/08/2018, 09:02 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com – Harmonisasi pajak kendaraan bermotor baru berdasarkan emisi sudah final, meski disebut masih di level Eselon I. Nantinya bakal diputuskan di tingkat menteri dan diperkirakan bakal disahkan dalam waktu dekat.

Artinya skema baru ini, tak lagi melihat ketegori mobil seperti yang sebelumnya, di mana model selain sedan dan station wagon berukuran 1.500cc ke bawah, temasuk MPV dan “MPV Sejuta Umat” (low MPV) yang menjadi anak emas.

“Dahulu PPnBM cuma mengkhususkan MPV relatif lebih kecil PPnBM-nya, sehingga orang produksi MPV karena keluarga besar, tapi dengan adanya konsep penurunan PPnBM ini ke arah emisi, kita tidak melihat kategorisasi, kita lihat emisinya,” ujar Harjanto, Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika, Kementerian Perindustrian, Selasa (7/8/2018).

Baca juga: Harmonisasi Pajak Mobil Baru, Sudah Final

Mitsubishi Xpander siap dikirim ke konsumenAditya Maulana Mitsubishi Xpander siap dikirim ke konsumen

Harjanto menambahkan, lewat pajak baru tersebut pemerintah memberikan kesempatan, khususnya kepada para produsen otomotif yang punya fasilitas di dalam negeri, buat memproduksi model sesuai tren dunia, seperti sedan dan SUV.

“Maka kita akan memberikan load kepada industri untuk memproduksi sedan dan SUV. Sehingga itu bisa memenuhi segmen market di dunia,” kata Harjanto.

Dirinya mengakui, selama ini memang industri otomotif tak memproduksi mobil yang sesuai pasar dunia. “Kalau kita malah produksi MPV kan tidak match, antara kebutuhan dunia dan kita,” ujar Harjanto.

Regulasi perpajakan sebelumnya tercantum di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 41 Tahun 2013 Tentang Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.