Berbahaya, Jangan Sampai Salah Cara Menderek Mobil - Kompas.com

Berbahaya, Jangan Sampai Salah Cara Menderek Mobil

Kompas.com - 17/05/2018, 14:22 WIB
Mobil yang terparkir di pinggir Jalan Nipah, diderek petugas Dinas Perhubungan karena pengendara parkir sembarangan dan tidur dalam mobil, Rabu (15/11/2017).Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Mobil yang terparkir di pinggir Jalan Nipah, diderek petugas Dinas Perhubungan karena pengendara parkir sembarangan dan tidur dalam mobil, Rabu (15/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – Tanpa peringatan sebelumnya, mobil bisa saja mogok di jalan. Jika solusinya adalah derek, hati-hati soal bagian mana yang dikerek ke atas oleh mobil derek. Bila salah, bisa merusak komponen transmisi.

Pada mobil bertransmisi manual bebas saja mau roda bagian mana yang dikerek asal posisi transmisi netral. Tapi untuk matik, ada berbagai hal yang perlu dipahami. 

Paling penting, mengetahui bagian roda mana yang digerakan mesin. Bila mobil berpenggerak roda belakang, maka roda itulah yang dikerek. Sedangkan dua roda di depan menyentuh aspal.

Pada mobil berpenggerak roda depan berlaku sebaliknya. Intinya jangan sampai roda penggerak yang menyentuh aspal saat diderek.

Baca juga: Mercedes Unimog Sanggup Derek Gerbong

Richy Unsulangi, Product Expert Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) menjelaskan, pada mobil matik roda penggerak berhubungan langsung ke transmisi via kopel. Bila roda penggerak diputar paksa (bukan oleh mesin) maka membuat kopel juga ikut bergerak. Gerakan itu bisa berbahaya karena saat mesin mati, oli transmisi tidak bersikulasi. 

“Kalau begitu bisa merusak komponen yang ada di transmisi, sekalipun gigi dalam posisi netral,” ucap Richy, Rabu (8/5/2018).

Ilustrasi derek gendongspeedwayusatow.files.wordpress.com Ilustrasi derek gendong

Menurut Richy bila saat menderek kondisinya harus menggerakan roda penggerak, maka solusinya bisa menggunakan papan beroda. Bila opsi itu tidak bisa dilakukan sebaiknya menggunakan mobil gendong.


Terkini Lainnya

Close Ads X