Kompas.com - 07/05/2018, 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Produsen mobil nasional, Fin Komodo, berharap bisa memanfaatkan regulasi program Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang sedang dirangkai Kementerian Perindustrian.

Direktur Pemasaran Fin Komodo Dewa Yuniardi, menjelaskan pihaknya sudah diajak berdiskusi tentang AMMDes, namun belum sampai ke tahap lanjutan, yang dijelaskan sebagai ajakan bergabung.

Dewa mengatakan harapannya Fin Komodo diajak bergabung karena produk yang diproduksi, Komodo, juga termasuk angkutan perdesaan.

“Tentu saja kami berharap bisa dompleng. Kebijakannya, perlindungan dari pemerintah, segala macam. Karena kan kami termasuk fasilitas desa,” ucap Dewa, di Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pernah mengatakan, selain bakal berdampak positif untuk ekonomi perdesaan, AMMDes juga membuka peluang untuk industri nasional menguasai riset dan pengembangan pada bagian rancang bangun dan desain otomotif.

Purwarupa Mobil Perdesaan WintorStanly/KompasOtomotif Purwarupa Mobil Perdesaan Wintor

Baca juga : Astra Gandeng Sukiat, Produksi Mobil Perdesaan

Kemenperin saat ini sedang mengakselerasi program AMMDes, terutama setelah PT Velasto Indonesia (anak perusahaan Astra Otoparts) bekerja sama dengan PT Kiat Inovasi Indonesia mendirikan PT Kiat Mahesa Wintor Nusantara (KMWN).  Rencananya kendaraan AMMDes bisa dijual pada akhir 2018.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.