Astra Gandeng Sukiat, Produksi Mobil Perdesaan

Kompas.com - 27/03/2018, 15:32 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melihat prototipe kendaraan perdesaan yang diberi nama Moda Angkutan Hemat Pedesaan (Mahesa) Nusantara, produksi Bengkel Kiat Motor di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3 /11/2017). IstimewaMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto melihat prototipe kendaraan perdesaan yang diberi nama Moda Angkutan Hemat Pedesaan (Mahesa) Nusantara, produksi Bengkel Kiat Motor di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3 /11/2017).

Jakarta, KOMPAS.com – Penggagas mobil Esemka Sukiat, yang juga Direktur Utama PT Kiat Inovasi Indonesia bekerjasama dengan dua anak perusahaan Astra Otoparts, PT Velasto Indonesia dan PT Ardendi Jaya Sentosa, untuk menghadirkan mobil perdesaan atau AMMDes (Alat Mekanisasi Multiguna Perdesaan) bermerek KMW ( Kiat Mahesa Wintor).

Menghasilkan dua perusahaan patungan, nota kesepahaman disaksikan langsung Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan ditanda tangani oleh Direktur PT Velasto Indonesia dan Kuasa PT Ardendi Jaya Sentosa, Reiza Treistanto serta Sukiat.

“Dua perusahaan yang akan segera didirikan adalah PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) yang akan merancang, merekayasa, dan memproduksi AMMDes. Sementara PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) bertugas memasarkan, menjual dan mendistribusikan suku cadang, juga aftersales,” ujar Reiza, Selasa (27/3/2018).

Model ini merupakan kolaborasi antara produk mobil Sukiat, Mahesa, dan alat angkut perkebunan milik PT Velasto Indonesia, Wintor. Nantinya produk hasil kolaborasi itu akan punya satu platform sendiri, yang kemudian diberi nama KMW.

Baca juga : Langkah Kemenperin buat Topang Mobil Perdesaan

Purwarupa Mobil Perdesaan WintorStanly/KompasOtomotif Purwarupa Mobil Perdesaan Wintor

Kerjasama antara keduanya pihak, dilandasi dengan regulasi, kebijakan, kajian maupun insentif yang bakal difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian. Hadirnya AMMDes atau program mobil perdesaan, harapannya bisa menumbuhkan lapangan pekerjaan dan pengembangan industri pendukung.

“Program AMMDes sangat strategis, sebagai upaya membantu meningkatkan perekonomian di perdesaan dengan menyiapkan alat mekanisasi multiguna. Entah sebagai alat pembantu produksi maupun alat angkut,” kata Airlangga.

Saat ini KMW sedang dalam proses pengujian platform dan prototipenya akan diuji pada Juli 2018 nanti. kemudian model produksi massalnya akan hadir akhir 2018, dan pada awal 2019 sudah di produksi.

Namun, terkait dengan regulasi pendukungnya, masih belum ada kejelasan. Airlangga hanya menyebutkan kalau aturan mobil perdesaan sedang digodok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X