Pengguna Chevrolet Trax Keluhkan Ban yang Gampang Sobek

Kompas.com - 21/03/2018, 18:25 WIB
Chevrolet Trax warna Cuppertino yang diluncurkan di salah satu pabrik kerajinan di Jakarta Barat pada Kamis (1/3/2018). Kompas.com/Alsadad RudiChevrolet Trax warna Cuppertino yang diluncurkan di salah satu pabrik kerajinan di Jakarta Barat pada Kamis (1/3/2018).
Penulis Alsadad Rudi
|

Jakarta, KOMPAS.com - Chevrolet Trax merupakan mobil jenis sport utility vehicle (SUV) yang mulai diperkenalkan di Indonesia sejak Desember 2015. Selama tiga tahun beredar di Indonesia, ada salah satu kelemahan yang sering dikeluhkan oleh para pengguna mobil tersebut, yakni ban asli yang gampang sobek. Permasalahan ini diketahui menjadi rahasia umum di kalangan pengguna Trax.

Kepada Kompas.com, Rabu (21/3/2018), beberapa pengguna Trax yang tergabung dalam komunitas Chevrolet Trax Indonesia menyampaikan beberapa kasus yang pernah mereka alami terkait ban, salah satunya A. Pengguna Trax sejak Juni 2016 ini menilai ban asli Trax terlalu lunak, sehingga gampang sobek saat berbenturan dengan pinggir trotoar ataupun jalan berlubang.

Baca juga : Cara Benar Tambal Ban Tubeless dari Planet Ban

"Kalau kasus saya tidak begitu parah seperti kasus teman-teman yang ada ban mobilnya sampai meletus karena menghantam pinggiran trotoar atau lubang. Kalau punya saya rusak tapak sama sidewall-nya. Jadi harus hati-hati sekarang," kata A.

Salah seorang pengguna Chevrolet Trax yang mengeluhkan ban asli mobil tersebut di laman grup Facebook Chevrolet Trax Indonesia.Facebook/Chevrolet Trax Indonesia Salah seorang pengguna Chevrolet Trax yang mengeluhkan ban asli mobil tersebut di laman grup Facebook Chevrolet Trax Indonesia.

Pendapat serupa juga disampaikan pengguna Trax yang lain, G. Ban asli yang digunakan Trax sebenarnya tergolong ban mahal. Saat ban merek lain dengan jenis yang sama bisa dibeli seharga Rp 1 juta hingga RP 1,5 juta per buah, G menyebut harga ban asli Trax bisa mencapai Rp 2,5 juta per buah. Itu juga kalau ada stok.

Kendati mahal, G menyebut tingkat ketahanan tak sebanding dengan harga. Jika sudah rusak, G menyebut ban asli Trax juga sulit dibeli satuan.

Baca juga : Pengisian Ban Nitrogen Tetap Butuh Kompresor

"Jadi pengguna terpaksa ganti keempat ban karena beli satu tidak mungkin. Pertimbangan stok dan pertimbangan harga. Ada yang jual di situs online, tapi harganya RP 4 juta per biji," ujar G.

Kerusakan ban akibat menyerempet trotoar yang dialami salah seorang pengguna Chevrolet Trax.Istimewa/Pengguna Chevrolet Trax Kerusakan ban akibat menyerempet trotoar yang dialami salah seorang pengguna Chevrolet Trax.

Semua pengguna Trax yang mengeluh menilai ban merek asal Jerman ini tidak cocok digunakan di Indonesia. Terutama terkait iklim dan kondisi jalan. Permasalahan tersebut diketahui sudah pernah disampaikan langsung para anggota komunitas langsung ke General Motors Indonesia selaku distributor Chevrolet.

Seorang pengguna Trax LTZ lansiran 2017, T menyebut pada sekitar Maret 2017, komunitas Trax menemui perwakilan GM Indonesia di salah satu bengkel di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. T menyebut saat itu GM Indonesia belum bisa memberikan solusi karena harus melaporkan dulu masalah tersebut ke pihak pabrik yang ada di Korea Selatan.

Baca juga : Pilihan Ban Mobil buat MPV Premium

"Saya sudah dua kali punya Trax. Untuk pembelian yang kedua saya langsung minta ganti ban merek lain dari awal," kata T.

Saat dikonfirmasi, External Affairs and Communication Director GM Indonesia, Yuniadi Haksono Hartono menyatakan belum bisa menjawab perihal keluhan mengenai ban Trax tersebut. Menurut Yuniadi, dirinya harus menanyakannya lebih dulu ke pihak di internal GM Indonesia yang bertanggung jawab di bagian produk.

"Saya bukan orang teknik. Jadi mesti saya tanyakan dulu ke teman-teman di bagian produk yang lebih paham," kata Yuniadi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X