Rotasi Ban Mobil, Sepele tapi Kerap Terlupakan - Kompas.com

Rotasi Ban Mobil, Sepele tapi Kerap Terlupakan

Fachri Fachrudin
Kompas.com - 22/11/2017, 17:02 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Jakarta, KompasOtomotif - Salah satu hal yang mungkin luput dari perhatian pemilik mobil adalah merotasi ban. Padahal, ini perlu dilakukan agar kendaraan tetap terasa nyaman ketika dikendarai.

Teknisi General Repair Astrido Toyota Klender, Jakarta Timur, Harvit Dita Lesmana  menjelaskan, merotasi ban depan dengan belakang perlu dilakukan. Ini Disebabkan ban pada bagian depan biasanya akan lebih cepat habis dari pada ban belakang.

"Karena ban depan daya pengeremannya lebih cepat. Jadi, Misalnya kita melakukan pengereman, otomatis rem depan dulu yang bekerja, kemudian tersalurkan ke belakang," kata Harvit saat ditemui KompasOtomotif, Selasa (21/11/2017).

Baca juga : Goodyear Perkenalkan Ban Anti Berisik

Proses balancing ban mobil untuk menyamakan bobot. DItambah timah agar seimbang satu sama lain.Donny Apriliananda Proses balancing ban mobil untuk menyamakan bobot. DItambah timah agar seimbang satu sama lain.
Oleh karena itu, lanjut dia, rotasi ban dilakukan untuk menyamaratakan tingkat kehalusan selurun ban mobil.

Ia menyampaikan, menurut aturan standarnya itu rotasi ban dilakukan setiap melintasi jalan raya sepanjang 10.000 km. Adapun caranya, ban depan dan belakang dirotasi secara menyilang.

Baca juga : Ban Mobil Ini Pakai Minyak Ekstrak Kulit Jeruk

Misalnya, ban depan sebelah kanan, maka dirotasi dengan ban belakang sebelah kiri. Begitu juga pada ban belakang sebelah kanan, maka dirotasi dengan ban depan sebelah kiri.

"Dilihat kerataan ban, misalkan enggak rata kalau bisa dirotasi. Rotasi ban biar habisnya bersamaan, dan gunakan ban yang alurya sama" kata Harvit.

PenulisFachri Fachrudin
EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM