Kompas.com - 06/01/2018, 09:22 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif — Kejahatan dengan modus memecahkan kaca mobil dan mencuri barang berharga yang ada di dalamnya tak bisa dibilang sedikit jumlahnya. Kasus-kasus seperti itu kerap menghiasi jendela pemberitaan dalam negeri.

Sempat beredar viral video pelaku kejahatan dengan modus tersebut mendemokan aksinya di depan pihak Kepolisian. Ternyata sangat mudah dan prosesnya berlangsung sangat cepat, jadi patut diwaspadai.

Menanggapi soal itu, Jusri Pulubuhu, Training Director dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), memberikan masukan soal keamanan ketika pemilik mobil akan parkir. Mudah sebenarnya untuk dilakukan, yang jadi permasalahan mau atau tidak kita mengerjakannya demi kenyamanan dan keamanan.

Baca juga: Hanya 5 Menit, Pelaku Pecah Kaca Mobil Gasak Uang Pengusaha Demak

Pertama, pastikan mobil terparkir di daerah yang relatif termonitor dengan baik, salah satunya dekat dengan pos keamanan. Jika tak menemukan lokasi itu, cari tempat yang cukup terang dan ramai orang lalu lalang, serta mudah terlihat.

Aparat Polres Demak,  Jateng,  melakukan olah TKP kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Jalan Stasiun Demak,  Senin (25/9/2017)KOMPAS.com (ARI WIDODO) Aparat Polres Demak, Jateng, melakukan olah TKP kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Jalan Stasiun Demak, Senin (25/9/2017)

“Sebagai awalan seharusnya cari lokasi-lokasi seperti itu walaupun konsekuensinya kita harus berjalan kaki lebih jauh ke tempat tujuan. Pasalnya, keamanan dan kenyamanan adalah pilihan, maukah kita memilihnya,” kata Jusri kepada KompasOtomotif, Jumat (5/1/2018).

Kedua,  kata Jusri, jangan sampai barang berharga ditinggal di dalam mobil dan bisa tampak dari luar, apalagi sangat menarik perhatian.

“Ketika ingin ditinggal, sebaiknya letakkan barang-barang tersebut di dalam bagasi mobil, atau jika mobil tidak memiliki bagasi, tempatkan barang-barang tersebut di kursi baris ketiga yang sulit untuk dilihat. Pastinya jangan sampai ada yang mencolok di dalam kabin mobil terutama yang bisa memicu niat jahat,” ucap Jusri.

Ketiga, lengkapi kendaraan dengan fitur-fitur keamanan, seperti alarm atau kunci tambahan. “Meski itu tidak 100 persen jadi jaminan mobil aman dari kejahatan, setidaknya itu bisa membuat waktu kerja penjahat jadi bertambah dan mempersempit geraknya, hingga akhirnya mereka mengurungkan niat untuk melakukannya pada kita,” ujar Jusri.

Intinya, kata Jusri, maksimalkan upaya untuk bisa menjaga semuanya tetap aman. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.