Laporan dari Valencia, Spanyol.

Beda ”Kebiasaan Sehat” Lingkungan Pebalap Indonesia-Eropa

Kompas.com - 23/11/2017, 15:42 WIB
Pebalap Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky Pratama, berbincang bersama para mekanik sebelum mengikuti sesi kualifikasi FIM CEV Moto2 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Sabtu (18/11/2017). Selain Dimas Ekky Pratama, Astra Honda Racing Team juga menurunkan Andi Gilang di kelas Moto3. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPebalap Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky Pratama, berbincang bersama para mekanik sebelum mengikuti sesi kualifikasi FIM CEV Moto2 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Sabtu (18/11/2017). Selain Dimas Ekky Pratama, Astra Honda Racing Team juga menurunkan Andi Gilang di kelas Moto3.
|
EditorAzwar Ferdian

Valencia, KompasOtomotif – Selama satu musim berlaga di CEV Moto2 European Champhionsip, Dimas Ekky Pratama mendapat banyak pelajaran. Selain makin mudah beradaptasi dengan udara dingin, dirinya mengaku makin terbiasa hidup di lingkungan yang sehat.

Berbicara saat seri terakhir CEV Moto2 di Valencia, (19/11/2017), pebalap asal Depok, Jawa Barat, itu mengatakan bahwa aktivitas olahraga untuk menjaga stamina sebenarnya tidak berbeda dengan di Jakarta. Termasuk soal lidah yang sudah bisa menyesuaikan dengan makanan lokal.

”Paling sudah memang adaptasi suhu. (Musim) sekarang lebih baik. Tahun lalu datang Selasa-Rabu sebelum race, tiba-tiba dingin harus adaptasi. Musim ini lebih baik karena stay di Spanyol,” ucap Dimas.

Baca: Baca juga : Pebalap Indonesia yang Berlaga di Eropa Butuh ?Coach?

Biasa Sehat
Selain adaptasi, pelajaran lain yang bisa diambil ketika tinggal di Eropa adalah kultur mekanik yang dianggap sehat. Kata Dimas, mekanik di Eropa juga menerapkan pola hidup sehat.

”Makanan sama aja seperti yang pebalap makan. Mereka juga rajin olahraga. Misalnya kalau nggak ada balapan, weekend kami bersepeda bersama bersama, lari. Kultur ini mendukung pebalap untuk maju,” kata Dimas.

Dimas Ekky di paddock sebelum menjalani balapan Moto2 Eropa FIM CEV Repsol 2017.Dok. AHM Dimas Ekky di paddock sebelum menjalani balapan Moto2 Eropa FIM CEV Repsol 2017.
Anak pemilik tim, Bruno Performance, digandeng PT Astra Honda Motor (AHM) untuk mengelola Astra Honda Racing Team (AHRT) di CEV Eropa, bahkan kata Dimas sering mengajak lomba lari dan main sepeda MTB.

Karena lebih sering bersama itulah, kedekatan pebalap, mekanik, dan tim lebih intens. Apalagi, budaya orang Eropa lebih terbuka, gampang ngobrol dan berbagi ilmu.

Latihan dengan Pebalap Top
Satu lagi keuntungan tinggal di Spanyol buat pebalap Indonesia. Di salah satu sirkuit latihan untuk supermoto misalnya, pebalap yang berlatih bisa bertemu langsung dengan pebalap top Grand Prix.

Baca: Baca juga : Evaluasi Astra Honda buat Pebalap yang Dikirim ke Eropa

”Bisa latihan bareng Vinales atau Lorenzo. Mereka kan tinggal di Andora, kalau datang, dan pas latihan bisa ketemu mereka. Marquez juga, tapi belum pernah ketemu,” kata Dimas.

Tahun ini, Dimas dan satu pebalap lagi binaan AHM, Andi Gilang, bertemu dan latihan bersama Leon Camier, pebalap Honda yang tahun depan akan bertarung di Superbike.

”Mereka nggak sungkan memberi bimbingan. Orang-orang di sini nggak pelit bagi ilmu dan senang ngobrol. Kalau kita nanya, mereka akan aktif dan antusias menjawab,” ujar Dimas.

So, apakah tahun depan bakal tinggal di Eropa lagi? Belum ada keputusan dari AHM buat par pebalap binaannya untuk aktivitas tahun depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X