Laporan Langsung dari Valencia, Spanyol

Evaluasi Astra Honda buat Pebalap yang Dikirim ke Eropa

Kompas.com - 21/11/2017, 09:42 WIB
Pebalap Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky Pratama, bersiap memasuki lintasan sirkuit pada sesi kualifikasi FIM CEV Moto2 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Sabtu (18/11/2017). Selain Dimas Ekky Pratama, Astra Honda Racing Team juga menurunkan Andi Gilang di kelas Moto3. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPebalap Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky Pratama, bersiap memasuki lintasan sirkuit pada sesi kualifikasi FIM CEV Moto2 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Sabtu (18/11/2017). Selain Dimas Ekky Pratama, Astra Honda Racing Team juga menurunkan Andi Gilang di kelas Moto3.
|
EditorAzwar Ferdian

Valencia, KompasOtomotif – Setelah tiga musim mengikuti gelaran Moto2 European Championship CEV Repsol, Dimas Ekky Pratama, pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) terus menunjukkan kemajuan prestasi. Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan evaluasi.

Musim ini, pebalap asal Depok, Jawa Barat itu menduduki klasemen akhir keenam dari hampir 30 pebalap dunia yang ikut. Atau meningkat satu peringkat ketimbang tahun lalu.

Banyak perkembangan, tapi masih banyak hal yang bisa ditingkatkan. Begitu juga dengan Andi Gilang yang turun di kelas Moto3 Junior World Championship.

Baca: Baca juga : Hasil Akhir Memuaskan Pebalap Binaan Astra Honda di Moto2 Eropa

Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya yang mendampingi di seri terakhir CEV Repsol, di Valencia, mengatakan bahwa makin banyak ikut perlombaan, Dimas selalu melakukan evaluasi dan support dari Bruno Performance—tim yang dinaungi Dimas—sangat mendukung.

”Teknik, skill, membaik. Apalagi mereka (Dimas dan Andi Gilang) berlatih intensif di sini. Mereka long stay di Eropa, dan itu membuat adaptasi jadi lebih baik. Positif, perkembangannya lebih baik,” ujar Thomas usai balapan, Minggu (19/11/2017).

Kondisi jari manis DImas Ekky masih diperban karena cedera.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Kondisi jari manis DImas Ekky masih diperban karena cedera.
Kendati demikian, Thomas mengakui, bahwa kedua pebalap butuh pendampingan dari yang lebih expert soal balapan untuk mempertajam skill dan beradaptasi dengan tren di CEV musim depan.

So far kita melihat mungkin perlu ada semacam sparring partner untuk mengasah skill soal motor, mesin, dan support tim,” kata Thomas.

Adanya pendampingan bisa memberikan Dimas dan Gilang masukan untuk berkembang lebih baik dan mendapat koreksi yang lebih akurat. Hal ini juga diharapkan memberi motivasi lebih untuk pebalap.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X