Alih Teknologi BMW Berupa Pelatihan Karyawan

Kompas.com - 03/08/2017, 10:03 WIB
Perakitan BMW Seri 5 di BMW Production Network, PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara. Ghulam/KompasOtomotif Perakitan BMW Seri 5 di BMW Production Network, PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara.

Jakarta, KompasOtomotif – Model sedan BMW Seri 5 terbaru, resmi dipasarkan di dalam negeri, plus juga dirakit lokal. Namun, meski dari sisi komponen masih didominasi impor, tapi pengolahannya hingga menjadi unit utuh, dilakukan seluruhnya oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Dari dua varian yang dihadirkan, 530i Luxury Line yang dipilih untuk dirakit lokal. Prosesnya dilakukan di fasilitas BMW Production Network, PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara. Sementara untuk tipe All-new 530i M Sport yang masih dikirim impor secara utuh. 

“Prosesnya dilakukan 100 persen tangan lokal. Mereka semua mengisi lini perakitan mulai dari proses pertama sampai ke tahapan audit, semuanya dilakukan oleh karyawan asli Indonesia,” tutur Ary Mariano, Presiden Direktur PT Gaya Motor, Rabu (2/8/2017).

Ary menambahkan, setiap ada produk baru yang akan dirakit, mereka mengirim karyawan ke luar negeri untuk training, entah itu di Jerman sendiri atau ke network lain BMW, misalnya Thailand, Mesir, dan Rusia.

“Kami mengirimkan orang-orang kami untuk belajar di sana, terutama ketika ada sistem quality baru. Ini juga menjadi salah satu proses alih teknologi,” ucap Ary.

Jumlah SDM yang dikirim untuk training, bervariasi banyaknya, tergantung dari kebutuhan yang diinginkan. Ada yang hanya 1 orang saja, atau bahkan bisa sampai 10 orang, dan lama waktu pendidikannya juga berbeda-beda, mungkin ada yang hanya satu minggu, atau mencapai satu bulanan.

“Tergantung objektifnya untuk apa, apakah itu soal logistik, produk , atau kualitas. Pernah juga kami mengirim sampai 10 orang,” ujar Ary.


EditorAgung Kurniawan

Close Ads X