Penjualan Mobil-Motor Turun, Pajak Kendaraan Juga Turun

Kompas.com - 07/01/2017, 10:01 WIB
Kendaraan warga memadati Mapolda Metro Jaya menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), Kamis (5/1/2017). Nibras Nada NailufarKendaraan warga memadati Mapolda Metro Jaya menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), Kamis (5/1/2017).
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Kenaikan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 dinilai merugikan masyarakat. Peraturan tersebut dianggap tidak sejalan dengan pelayanan.

Baca juga : FITRA Desak Jokowi Cabut PP Kenaikan PNBP

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menjelaskan, salah satu motif kenaikan tarif adalah untuk menutupi pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang semakin menurun.

"Kebijakan ini didasari oleh potensi penerimaan negara yang ditunjukkan grafik pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang makin menurun. Guna menutupi potensi kehilangan dari pembelian motor atau mobil penumpang baru," kata Huda dalam konferensi pers FITRA di Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Selama beberapa tahun ke belakang, penjualan mobil dan motor memang sedang menurun. Dampak dari kondisi ini berbuntut pada berkurangnya pendapatan negara.

Otomania/Setyo Adi Samsat Jakarta Timur Jumat (6/1/2016) dipenuhi masyarakat yang ingin mengurus surat kendaraan.

Menurut Huda, kinerja pelayanan pengurusan surat di kepolisian masih memberikan dampak kerugian bagi masyarakat. Bahkan data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) 2015 menyebutkan bahwa keluhan konsumen yang berkaitan dengan pelayanan transportasi dan otomotif berada di peringkat 10 besar.

Baca juga : Pengesahan STNK Sekarang Wajib Bayar

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X