Isuzu Lobi Pemerintah Hentikan Impor Truk Bekas

Kompas.com - 11/05/2016, 17:50 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Karawang, KompasOtomotif - Terhitung Januari 2016 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 127 tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru mulai memperbolehkan impor langsung truk bekas ke Indonesia. Kebijakan itu banyak ditentang produsen otomotif khususnya yang bermain di segmen truk, salah satunya Isuzu.

Wakil Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Jap Ernando Demily, mengatakan, pihaknya menyayangkan kebijakan tersebut diberlakukan pemerintah. Sebab, akan mematikan produsen terutama yang sudah membangun pabrik perakitan di Indonesia.

"Terakhir kita sedang meminta kepada Kementerian Perindustrian agar impor truk bekas dihentikan," kata Ernando usai acara peluncuran Isuzu Elf NMR 71 di pabrik Isuzu Karawang, Jawa Barat, Rabu (11/5/2016).

Menurutnya, jika kebijakan tersebut tetap diberlakukan, maka dalam jangka waktu panjang merek yang sudah mendirikan pabrik di Indonesia dan memiliki ribuan karyawan akan terganggu. Investasi pabrik juga menjadi juga tidak akan berkembang lagi.

"Harapannya semoga pemerintah setuju dengan usulan kami. Harapan ya segara ditutup kebijakan tersebut," ujar Ernando.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Johannes Nangoi juga akan mendesak pemerintah untuk mengehentikan impor truk bekas. Menururnya, kebijakan ini dipastikan bakal merugikan bisnis otomotif di Tanah Air terutama bagi merek-merek dengan pabrik perakitan.

“Kami sangat tidak setuju dengan kebijakan tersebut dan kami meminta agar kebijakan itu dihapuskan atau dihentikan, karena akan merugikan seluruh produsen truk yang ada di Indonesia,” ujar Nangoi kepada KompasOtomotif, Rabu (2/3/2016).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.