Kompas.com - 22/05/2015, 09:37 WIB
Yamaha R15 touring Banda Aceh-Medan (16-20 Mei 2014). Febri ArdaniYamaha R15 touring Banda Aceh-Medan (16-20 Mei 2014).
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Menurunnya penjualan sepeda motor di empat bulan pertama 2015 memengaruhi permintaan domestik sepeda motor sport berjubah 150 cc, Yamaha R15. Seperti kehilangan aura, total penjualan R15 Januari - April lalu tidak lebih besar dari sang rival Honda CBR 150R.

Mohammad Masykur Asisten GM Pemasaran Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengakui bahwa performa R15 mengendur di pasar nasional, tapi ia mengingatkan R15 juga punya pasar ekspor. Sejak R15 meluncur April lalu, YIMM didaulat sebagai basis ekspor untuk Asia.

Pasar ekspor jadi penyelamat saat permintaan melandai. YIMM membeberkan empat bulan pertama 2015 penjualan domestik R15 mencapai 16.616 unit, sedangkan volume ekspor 9.700 unit. Bila dijumlahkan produksi R15 lebih dari 26.000 unit.

“Ekspor jadi membantu. Karena permintaan R15 sedan turun produksinya bisa digeser untuk ekspor,” ujar Masykur di Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2015).

Sesuai kordinasi dari Yamaha Motor Company, YIMM akan memenuhi permintaan di berbagai negara. Beberapa negara di Asia Tenggara yang sudah diketahui adalah Thailand, Malaysia, dan Filipina. Sedangkan negara Asia lain adalah Jepang dan China. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X