Miliarder Malaysia Jual Tim Caterham F1

Kompas.com - 03/07/2014, 08:20 WIB
Caterham F1 F1 TechnicalCaterham F1
|
EditorAris F. Harvenda

Oxfordshire, KompasOtomotif – Pemilik tim Caterham F1 asal Malaysia, Anthony Francis "Tony" Fernandes, resmi menjual tim tersebut kepada konsorsium asal Swiss dan Timur Tengah. Tim yang dibentuknya pada 2012 itu dinilai tak mampu bersaing pada ajang adu kebut “jet darat”.

Pekan lalu, Fernandes yang juga menjabat sebagai chairman klub sepak bola liga utama Inggris, Queens Park Rangers, sempat menghebohkan dengan menulis lewat akun Twitter-nya. “F1 tak lagi bekerja, tapi saya mencintai Caterham Cars,” kicaunya. Setelah itu banyak rumor yang beredar, ternyata berakhir seperti ini.

Nama Caterham tidak berubah dan tetap bertanding hingga musim 2014 seleasi. Mantan pebalap F1 asal Belanda, Christijan Albers, akan menjadi nahkoda baru dibantu Manfredi Ravetto. Pemilik anyar bakal mendapatkan arahan dari mantan team principal Midland dan HRT, Colin Kolles.

“Kami menyadari tantangan besar di depan membuat pertarungan dari dasar di kompetisi. Target kami sekarang menempati urutan ke-10 di musim 2014,” ujar Albers seperti dilansir BBC, Rabu (2/7/2014).

Sejarah
Selain pebisnis, Fernandes juga dikenal sebagai pelobi ulung, ia gencar membujuk Pemerintah Malaysia mengusulkan membuka kebijakan internasional terkait jalur penerbangan pesawat komersial. Hal itu dilakukan sebab Fernandes juga punya pangkat lain, yakni Direktur CEO Grup maskapai penerbangan “murah”, AirAsia Berhad.

Rekam jejak di F1 dimulai empat tahun lalu bersama –saat itu dinamakan- Lotus Racing. Mulai 2012 berganti menjadi Caterham F1 agar Lotus Renault GP bisa menggunakan nama Lotus F1. Prestasi terbaik Lotus Racing/Caterham finis di urutan ke-10 selama tiga musim pertama, namun pada 2013 berakhir di tempat ke-11.

Adapun pebalap yang bertarung pada musim 2014 adalah Marcus Ericsson asal Swedia dan Kamui Kobayashi dari Jepang. Sayang keduanya gagal mendulang poin selama delapan seri yang telah berlangsung. Bahkan sekarang posisi Caterham masih paling bontot di kompetisi Constructor.

Bila Caterham gagal masuk 10 besar lagi musim ini, perlu biaya jutaan poundsterling menyiapkan dana operasi untuk musim depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X