MPV Murah Datsun Lahir dari Perdebatan Sengit

Kompas.com - 23/05/2014, 15:59 WIB
Logo Datsun Go  Panca di bagian belakang. Donny Apriliananda Logo Datsun Go Panca di bagian belakang.
|
EditorAris F. Harvenda

Cirebon, KompasOtomoitif - Sejak Datsun memutuskan "comeback", dengan konsep menyediakan mobil yang "merakyat" sesuai keinginan pasar lokal, Indonesia langsung dibidik sebagai salah satu yang potensial selain India, Rusia, dan Afrika Selatan. Merek legendaris itu pun harus menciptakan produk yang dimaui konsumen, dan ini bukan pekerjaan mudah.

Teddy Irawan, Vice President of Aftersales, Product & Accessories Planning PT Nissan Motor Indonesia (NMI), di sela test drive Datsun Go+ Panca, di Cirebon, 21-23 Mei 2014, mengatakan bahwa proses dari mulai memutuskan untuk datang ke Indonesia hingga muncul tahun ini butuh waktu empat tahun lebih.

"Prosesnya sangat alot. Mulai dari perdebatan soal model, ketentuan untuk mematuhi LCGC, hingga proses produksi. Kami meminta model yang berbeda, benar-benar baru dibangun dari nol, bukan mengembangkan produk yang sudah ada," beber Teddy.

Jumlah penumpang
Dipaparkan, untuk meyakinkan prinsipal agar menyediakan produk berpenumpang lebih lima orang, menjadi "sesi" paling alot. Prinsipal menganggap produk yang sesuai adalah mobil kecil, seperti "kei car" yang saat ini laris di Jepang. Namun, NMI bersikukuh agar produk bisa mengakomodasi jumlah penumpang lebih banyak.

Agar tambah yakin, Teddy mengajak prinsipal untuk melakukan survei. "Penelitian" dilakukan di mall-mall dan pusat keramaian untuk melihat kebiasaan orang Indonesia. "Sampai saya ajak melihat parkiran basement dan melihat orang keluar dari salah satu MPV. Bukan cuma tujuh, yang keluar dari mobil bisa delapan sampai sembilan orang," ceritanya.

Pasca debat
Setelah konsep 7 penumpang disetujui, lahirlah Datsun Go+ Panca yang dikembangkan dari versi hatchback. Meski tak sepenuhnya bisa mengakomodasi penumpang dewasa, setidaknya konsep "bisa muat 7 penumpang" sudah bisa terakomodasi.

Pekerjaan rumah selanjutnya adalah menyesuaikan dengan regulasi LCGC. Soal ini juga tidak mudah. Bahkan menurut Koichiro Okamoto, Chief Product Specialist, Datsun Bussines Unit, Nissan Motor Co Ltd, menyesuaikan regulasi itu bisa dikatakan hampir mustahil.

"Anda bisa bayangkan, membuat mobil dengan konsumsi bahan bakar minimal 20 kpl, bertenaga, mengakomodasi kebutuhan keluarga, tapi kondisi jalan tidak memenuhi kriteria. Harga terjangkau juga menjadi permasalahan. Kami harus memaksimalkan fitur yang ada dan membuang yang dirasa tidak dibutuhkan," jelasnya kepada KompasOtomotif.

Meski alot, toh Datsun Go+ Panca sudah lahir "selamat" dan disambut baik. Saatnya kini membuktikan, apakah pengorbanan Nissan dan Datsun akan sebanding dengan sukses dari penjualan. Kita nantikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X