Dua Hari Mengencani All-New Corolla Altis (Bagian 1)

Kompas.com - 24/01/2014, 19:21 WIB
Tes All-New Corolla Altis dari Jakarta -Bandung- Jakarta lewat jalan tol Cipularang Toyota Astra MotorTes All-New Corolla Altis dari Jakarta -Bandung- Jakarta lewat jalan tol Cipularang
Penulis Zulkifli BJ
|
EditorZulkifli BJ
Toyota Astra Motor Desain dasbor All-New Corolla dan head unit pada tipe G
Zulkifli BJ Mesin 1,8 liter, tidak mengalami perubahan
Toyota Astra Motor Lampu kombinasi belakang LED All-New Corrola Altis
Toyota Astra Motor Perbedaan lampu depan tipe V (atas, lampu jauh LED proyeksi, dekat halogen) dengan G (bawah), keduanya menggunakan halogen standar

Jakarta, KompasOtomotif - PT Toyota Astra Motor (TAM), memberi kesempatan kepada beberapa wartawan online dan harian untuk mencoba performa dan kenyamanan All-New Corolla Altis yang diluncurkan pada 8 Januari ini. Untuk ini, digunakan 8 unit Corolla Altis, terdiri dari 2 tipe G dengan transmisi manual dan 4 unit tipe V dengan transmisi otomatis. Rute tes, Jakarta - Jababeka – Bandung (jalan tol) dan kembali ke Jakarta (juga lewat jalan tol).  

Tipe G
Tes pertama, dari Jakarta-Jababeka - berangkat dari Cilandak Town Square atau Citos - KompasOtomotif  menjadi penumpang depan All-New Corolla tipe G transmisi manual. Pada saat berangkat belum ada penjelasan detail produk. Peserta langsung mencoba di bawahj siraman hujan yang cukup deras di jalan tol JORR dan Jakarta-Cikampek.

Kesan pertama, berada di ruang penumpang depan atau kokpit Corolla tipe G ini tampak sederhana. Dasboar "two tone” atau dua warna – gelap dan krim – tidak banyak lekukan dan bergaya sport. Audio  menggunakan “head unit” 1DIN.

Pertama mengamati suara mesin! Tidak terasa suara dan getaran berlebihan mesin saat dihidupkan. Untuk menghidupkan mesin melalui tombol “Start/Stop”, pedal kopling harus ditekan lebih dulu.

Dalam perjalanan di jalan tol JORR dan Jakarta-Cikampek, hujan terus menguyur. Peserta dibebaskan mengenjot mobi hanya diberi panduan, yaitu lapangan Golf Jababeka. Selama perjalanan. KompasOtomotif dan Dhani Eka dari Autobild  mencoba mengenali fitur audio yang sangat sederhana dengan menggunakan flashdisk.

Suara yang dihasilkan melalui 4 speaker, 2 di  pintu depan dan 2 di tutup bagasi belakang,  sangat baik. Suara bas bisa diperoleh dengan baik. Setelan juga bisa dilakukan dengan mudah. Masalahnya, menurut Dhani, “folder” lagu dengan format wav, tidak bisa dibaca oleh head unit.  Hanya forma mp3 yang bisa dimainkan.

Saat memasuki kota Jababeka yang macet dan jalan yang banyak lubangnya, dimanfaatkan untuk menguji kenyamanan suspensi. Ternyata, pada saat melewati polisi tidur, terasa agak keras. Namun begitu meluncurkan pada kecepatan tinggi, tidak masalah.

Jababeka-Bandung
Rute  Jababeka – Bandung, giliran KompasOtomotif berada di belakang setir. Bagian pertama yang diperhatikan adalah pengoperasian kopling dan cara memindahkan. Untuk transmisi, pengoperasian berbeda dengan manual 5-percepatan, posisi gigi mundur atau “R” berada di posisi paling kiri atas. Untuk mengoperasikannya, bagian bawah dari “pentolan” tongkat  transmisi harus ditarik sehingga bisa digeser ke posisi mundur (R). Sedangkan gigi “6”, berada pada posisi yang biasa ditempati gigi “R”, paling kanan bawah.

Pedal kopling bisa dioperasikan dengan mudah dan ringan. Sehingga meski harus sering mengganti gigi saat macet – harus berhenti - kaki kiri tidak terlalu capek. Di lain hal, perpindahan gigi juga bisa berlangsung denganmudah. Pada putaran 1.000 – 1.100 rpm, Corolla ini bisa bergerak mulus pada kecepatan 10 km/jam menghadapi kondisi lalu lintas padat merayap.

Kondisi cuaca hujan derasa yang melanda Cikarang sampai Padalarang, tidak memungkinkan mengenjot sedan ini secara maksimal. Apalagi, hampir sepanjang jalan tol terdapat cukup banyak lubang-lubang kecil yang harus dihindari dengan bermanuver. 

Kompas mencoba gigi 6! Ternyata pada putaran 2.200 rpm mobil melaju pada 100 kpj. Namun pada kondisi ini, tenaga kepayahan. Cocok untuk jalan santai dan mengirit. Tenaga baru terasa pada gigi 3 dan 4! Pada gigi 3, tarikan lebih responsif.

Saat melaju pada kecepatan 120 kpj dengan kondisi permukaan jalan basah, All-New Corolla ini tetap stabil kendati tidak dilengkapi dengan electronic stability program (ESP). Kekedapan  interior All-New Corolla jauh lebih baik dari pendahulunya. Suara ban, angin, mesin bisa diredam dengan baik agar tidak tidak seluruhnya sampai ke kabin.

Hal perlu diperhatikan, saat antri atau berhenti di tanjakan, pengemudi harus atau cepat menggunakan rem tangan. Bila hanya menekan pedal rem sedikit saja, mobil akan mundur.  (Bersambung)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X