Seberapa "Pede" Tata pada Pikap Xenon ? - Kompas.com

Seberapa "Pede" Tata pada Pikap Xenon ?

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 16/03/2017, 07:55 WIB
Ghulam/KompasOtomotif Tata Xenon XT D-Cab 4x4.

Bogor, KompasOtomotif – Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) resmi memasarkan model barunya di segmen pikap kabin ganda, Xenon XT D-Cab 4x4. Meski sudan didahului oleh beberapa kompetitor, merek India ini masih percaya diri.

Menyasar market komersial, dengan medan jalan yang umumnya ekstrim dan jam penggunaan di luar kebiasaan, menuntut mobil-mobil di segmen ini memiliki ketangguhan, terutama dari sisi performa. Inilah yang membuat TMDI berani memasukkan produknya di sini.

Mohamad Arief Budiman, Technical Trainer (TMDI) sedikit memberikan pemaparan terkait dengan kelebihan yang dimiliki Xenon dibanding model lain yang sudah eksis terlebih dahulu di pasar, seperti Mitsubishi Triton, Isuzu D-Max, dan Ranger.

“Seperti saya katakan, kalau dari sisi performa, mesin 2.200cc Tata, spesifikasinya sudah paling tinggi, dibanding dengan kompetitor. Bahkan bisa hampir menyamai mobil dengan mesin yang memiliki ukuran 2.5L,” ujar Arief, Selasa (14/3/2017).

Arief melanjutkan, Xenon diklaim memiliki tenaga dan torsi lebih tinggi, di mana mulai dari 1.000 rpm, torsi sudah melejit ke 223 Nm. Lebih dari itu, torsinya juga flat, di mana pada 1.500-3.000 rpm, ditorsi maksimum ada di 320 Nm (torsi flat).

“Torsi flat ini memudahkan juga untuk pengemudi, agar kaki tidak kualahan untuk menjaga pedal gas di rpm tertentu,” ujar Arief.

Kalau lebih detail lagi, tutur Arief, mesin Xenon 2.200cc punya desain 85x96 (bore dan stroke), dengan stroke lebih panjang. Selisih angka yang lebih jauh ini, membuat Xenon memiliki torsi yang lebih besar. “Dalam hal ini, tiap pabrikan memiliki desain masing-masing,” tutur Arief.

Kelebihan lainnya datang dari komponen girboks G76. Istimewanya, ini merupakan jenis yang tipe perkaitan giginya synchromesh (perpindahan gigi halus), baik untuk gigi maju maupun mundur. “Kalau kompetitor umumnya hanya maju saja, mundurnnya tidak, dia pasti masih ada efek bunyi, kalau ini sudah sangat halus,” tutur Arief.

Lalu ada juga sistem shift on fly, di mana ketika pengemudi ingin barganti dari posisi 2H ke 4H, mobil tidak perlu lagi berhenti, dan langsung bisa dilakukan sembari jalan, kecuali ketika akan berpindah ke 4L. Jadi tidak membuang waktu ketika mobil sedang beroperasi.

Pada komponen gardan, sudah dilengkapi dengan LSD (limited slip differential). Fungsinya, ketika salah satu rodanya masuk lumpur, dan roda satunya terbebsa, tidak perlu menggunakan 4WD untuk mengeluarkan kendaraan, cukup injak saja pedal gas, nanti LSD yang otomatis mengunci atau istilahnya diff-lock, dan akan menyamakan putaran roda yang tak terjebak lumpur.

“Terakhir baru kemudian dari sisi handling, di mana Xenon memiliki tingkat pengendalian yang sudah memiliki teknologi khusus. Sehingga, untuk berkendara di medan non-aspal, getaran roda bisa diredam, dan tidak sampai merambat ke setir,” kata Arief.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM