Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengemudi dalam Kondisi Mengantuk Bisa Menyebabkan Kecelakaan

Kompas.com - 06/08/2024, 15:12 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyetir dalam kondisi mengantuk bisa merugikan orang lain dan diri sendiri. Misal seperti tabrakan adu banteng yang terjadi di Jalan Malaka Selatan, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2024) pagi.

Videonya diunggah di akun jabodetabek.terkini di Instagram, memperlihatkan dua mobil bertabrakan. Berdasarkan keterangan, pengemudi diduga mengantuk, tidak ada korban jiwa, hanya luka ringan.

Dugaan sementara dari kejadian tersebut adalah pengemudi yang mengantuk saat menyetir. Waktu kejadian di pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB, pas dengan waktu orang berangkat kerja.

Baca juga: Rumors Honda Bakal Tempatkan Pebalap Thailand di LCR Honda

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Jabodetabek Terkini (@jabodetabek.terkini)

Menanggapi kejadian tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, orang yang menyetir dalam kondisi mengantuk kadang tidak sadar dan disepelekan.

"Terkadang, datangnya pun tidak terasa. Sehingga, sering kali disepelekan. Hal ini bisa diperparah dengan suasana hati yang jelek, bosan karena otak stagnan, monoton karena suasananya, udara yang jelek," ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Selain itu, kondisi fisik karena usia juga mempengaruhi alasan orang tidak sadar tubuhnya sedang kelelahan. Sebaiknya diperhatikan lagi sebelum berada di balik kemudi, apakah siap menyetir atau tidak.

Baca juga: Kecelakaan Maut Elf Tabrak Truk di Tol Boyolali, Diduga Sopir Mengantuk

 

Sony menjelaskan, keputusan orang itu untuk istirahat harus datang dari kesadarannya sendiri. Jadi lebih baik kalau sudah mengantuk sedikit, berhentikan mobil untuk istirahat sejenak atau lakukan peregangan biar segar kembali.

"Memang saat kondisi fit, durasi mengemudi idealnya tiga jam dengan diselingi istirahat jika belum sampai tempat tujuan. Tetapi, tidak berlaku jika tidak fit, kesadaran dirilah untuk ambil keputusan beristirahat," kata Sony.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Selamat, Kamu Pembaca Terpilih!
Nikmati gratis akses Kompas.com+ selama 3 hari.

Mengapa bergabung dengan membership Kompas.com+?

  • Baca semua berita tanpa iklan
  • Baca artikel tanpa pindah halaman
  • Akses lebih cepat
  • Akses membership dari berbagai platform
Pilihan Tepat!
Kami siap antarkan berita premium, teraktual tanpa iklan.
Masuk untuk aktivasi
atau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau