JAKARTA, KOMPAS.com - Hyundai bisa dibilang sudah empat tahun berjualan mobil listrik di Indonesia, sejak kehadiran Kona Electric generasi pertama dan Ioniq sedan pada 2020.
Kini usai muncul model-model lain semisal Ioniq 5 dan Ioniq 6, serta All New Kona Electric yang buka harga di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, tantangan jualan mobil listrik masih sama.
Baca juga: Jelang GIIAS 2024, MG Bakal Pajang Maxus 9 Lagi
Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, ada tiga tantangan menjual mobil listrik.
“Kalau dulu tantangan terbesarnya charging station (stasiun pengisian daya baterai) karena orang berpikir isi daya bagaimana, itu masih berlanjut,” ujar Frans di Jakarta, akhir pekan lalu.
Alasannya, kata Frans, masih banyak kekhawatiran konsumen dalam hal melakukan perjalanan jauh.
“Jadi 2024 walaupun kami sudah bikin charging station di atas 200 unit, kami akan terus kembangkan. Bahkan, kami kerja sama vendor atau partner charging station yang lain karena kami mesti edukasi konsumen,” katanya.
Baca juga: Perbedaan Pelek Mobil OEM dan Aftermarket
Tantangan kedua ialah soal kekhawatiran keselamatan. Frans mengatakan masih ada beberapa konsumen merasa bahwa mobil listrik itu kurang aman.
“Tapi, sampai sekarang belum pernah ada laporan orang yang kesetrum, dan sebagainya. Sejauh ini mobil listrik masih dianggap aman, terutama Hyundai juga tidak ada yang mobilnya sampai kebakar dan lain sebagainya,” katanya.
Baca juga: Daihatsu Rocky Hybrid Mau Pamer di GIIAS 2024
Tantangan ketiga, kata Frans, yaitu layanan purnajual alias aftersales, menyangkut bagaimana ketersediaan suku cadang di masa depan.
“Kalau menjual kendaraannya sekarang gampang, jual unit. Tapi apakah 2-3 tahun kemudian konsumen di Indonesia masih bisa mendapatkan suku cadangnya? Itu yang Hyundai akan pastikan. Termasuk nanti kualitas servisnya,” ujarnya.
“Kualitas servisnya apakah bisa lebih cepat lagi memperbaiki dan penyelesaian masalah bisa ditangani dengan baik saat keadaan darurat, itu jadi tantangan pada 2024 ke depan,” ujar Frans.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.