Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Dorong Ekosistem EV, Investasi Sudah Capai Rp 3,2 Triliun

Kompas.com - 07/09/2023, 18:01 WIB
Ruly Kurniawan,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bakal terus dorong percepatan ekosistem kendaraan bermotor listrik di dalam negeri sebagai upaya mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 mendatang.

Seiring dengan itu, sejumlah kebijakan yang menjadi pedoman para pelaku industri sudah diterbitkan mulai dari Perpres 55/2019 sampai turunannya seperti Inpres 7/2022 tentang penggunaan kendaraan listrik di wilayah pemerintahan.

Atas langkah strategis tersebut, Direktur Jenderal Direktorat Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko S. A. Cahyanto menyebut saat ini sudah ada lebih dari 15 perusahaan otomotif yang berkomitmen di dalam negeri dengan nilai investasi Rp 3 triliun.

Baca juga: Masih Beroperasi, Ini 3 Jalan Tol Tertua di Indonesia

Direktur Jenderal Direktorat Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko S. A. Cahyanto dalam acara Indonesia Suistainbility Forum di Park Hyatt, Jakarta, Kamis (7/9/2023).KOMPAS.com/Dori Direktur Jenderal Direktorat Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko S. A. Cahyanto dalam acara Indonesia Suistainbility Forum di Park Hyatt, Jakarta, Kamis (7/9/2023).

"Permintaan global atas kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sudah mencapai 5 juta unit. Angka itu akan terus bertambah sehingga kita perlu mengakselerasi percepatan untuk transisi ke sana karena tentunya kebutuhan baterai juga bakal meningkat," kata dia dalam acara Indonesia Suistainbility Forum di Park Hyatt, Jakarta, Kamis (7/9/2023).

"Kini kita memiliki lebih dari 15 perusahaan otomotif yang mendorong ekosistem EV dengan total investasi mencapai lebih dari 200 miliar dollar AS (Rp 3,2 triliun)," tambahnya.

Percepatan pembentukan ekosistem kendaraan listrik ini juga, kata Eko, sebagai salah satu upaya supaya Indonesia tidak lagi ketinggalan.

Sehingga di masa mendatang, Tanah Air mampu berbicara banyak mengenai kendaraan ini maupun terkait penggunaan energi baru terbarukan untuk menekan polusi udara global.

Baca juga: Begini Cara Mengurus STNK yang Hilang

Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) milik PLN, sudah mendukung fast charging CCS-2Kompas.com/Daafa Alhaqqy Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) milik PLN, sudah mendukung fast charging CCS-2

"Kendaraan listrik adalah sesuatu yang kita dambakan saat ini, jadi kita menciptakan lingkungan yang sangat baik dan nyaman bagi kendaraan listrik. Pada saat bersamaan kita juga mempertimbangkan situasinya secara global," ucap Eko.

"Dalam konteks global karena pasar membutuhkan teknologi energi baru terkait dan pasar menyadari adanya perubahan iklim yang berlangsung, kita harus mempertimbangkan juga pengembangan industri yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun (ICE)," katanya.

"Bagaimana kita mengembangkan industri teknologi baru ini kami sudah memiliki beberapa rencana sehingga transisinya juga berjalan secara lancar. Hal tersebut merupakan salah satu tantangan kita," ucap Eko lagi.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menyatakan bahwa pembentukan ekosistem kendaraan listrik memang diperlukan di Indonesia karena adanya tuntutan global dan mencapai komitmen Indonesia soal NZE.

Baca juga: Iring-iringan Mobil Pengawal Wapres AS, Pakai Chevrolet Suburban

Toyota Kijang Innova Reborn tipe E bisa dimodifikasi jadi seperti tipe VenturerDok. Bobby. Spec Rare Item Toyota Kijang Innova Reborn tipe E bisa dimodifikasi jadi seperti tipe Venturer

Tetapi untuk menuju ke sana diperlukan suatu transisi untuk mengurangi gejolak pasar dan industri atau manufaktur.

"Dalam pemahaman kami, kendaraan energi baru terbarukan ialah teknologi maju yang bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fosil hingga menggantikannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh karena itu strategi kami multi pathway," kata Nandi.

"Kami mempersiapkan agar stiap pihak bisa berpartisipasi terhadap kendaraan yang ramah lingkungan. Sejak kita kenalkan Kijang Innova Zenix Hybrid, kita sudah produksi sampai 20.000 unit dan kita akan kembangkan model hybrid lainnya supaya semakin banyak yang ikut mengurangi emisi dari kendaraan menuju NZE," tambah dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com