Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/05/2023, 12:22 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Baterai merupakan komponen vital pada mobil listrik. Alasan itu, membuat perawatan baterai pada mobil listrik jadi utama, khususnya dalam pengecasan baterai.

Saat ini stasiun pengisian daya mobil listrik sudah mulai ramai. Baik buatan pemerintah sampai pihak swasta sebagai charging operator, termasuk stasiun pengisian yang disediakan oleh pabrikan mobil.

Baca juga: Viral, Video Pengemudi Mobil Nekat Putar Balik di Jalan Tol

Reza Andy, Head of E-Mobility Electrification ABB, produsen casan mobil listrik, mengatakan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan pemilik mobil listrik saat ingin mengecas.

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengecek langsung kesiapan SPKLU.DOK. PLN. Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengecek langsung kesiapan SPKLU.

"Pertama kita pastikan instalasi (casan) sesuai prosedur artinya kita tidak hanya memasang casan tapi juga proteksinya yaitu MCB (Miniature Circuit Breaker) dan RCB (Residual Current Breaker)," kata Reza kepada Kompas.com yang ditemui akhir pekan lalu.

"MCB dan RCB menghindari kebocoran arus atau arus berlebih sehingga mobil dan casannya tidak rusak," ujar Reza.

Kedua kata Reza, pastikan membaca buku manual pengecasan. Sebab tiap mobil bisa saja punya prosedur tak sama. Hal ini wajar sebab tiap merek bisa memakai spesifikasi baterai atau casan yang berbeda.

"Kita memastikan ialah saat melakukan pengecasan mengikuti prosedur sebab mobil punya protokol masing-masing itu yang harus sesuaikan," ujar Reza.

Baca juga: Konvoi Moge Tabrak Santri di Ciamis, Citra Touring Motor Makin Kelam

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area jalan tol.Dok. Kementerian PUPR Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area jalan tol.

Kemudian yang terakhir ialah mengenai keselamatan. Reza mengatakan, saat mengecas baterai pengemudi atau penumpang dilarang berada di kabin.

"Ketiga saat pengecasan orang itu tidak di dalam mobil, mengapa sebab ada beberapa kasus di beberapa negara baterai ada yang terbakar. Jadi secara keselamatan agak berbahaya jadi itu yang harus diperhatikan," kata dia.

"Bahkan saat pengecasan sebaiknya tidak di sekitar mobil, jadi bisa di rest area atau di mana. Kita sarankan begitu," ujar Reza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com