Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan bahwa kebutuhan Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) sangat besar, lebih dari 1 triliun dollar Amerika Serikat (AS) sampai 2060.

Dana tersebut, digunakan untuk kemajuan teknologi, mendorong inovasi, dan perbaikan secara konstan melalui peremajaan industri seraya mempopulerkan jutaan kendaraan listrik.

"Butuh dana investasi yang sangat besar, lebih dari 1 triliun dollar AS sampai 2066 nanti. Kebutuhan dana makin besar saat pembangkit listrik tenaga batubara dihentikan lebih cepat dan digantikan dengan listrik EBT (Energi Baru Terbarukan)," katanya dalam rilis resmi, Kamis (25/1/2023).

Baca juga: Toyota Innova Zenix Hybrid Inden sampai Tahun Depan

Ilustrasi kendaraan listrik.(Dok. Shutterstock/ BigPixel Photo) Ilustrasi kendaraan listrik.

Lebih rinci, Arifin menyampaikan dalam kemajuan teknologi, dibutuhkan pengembangan energi baru dan terbarukan. Misalnya, sistem teknologi penyimpanan, yang berkembang pesat di sektor pembangkit tenaga listrik dan transportasi.

Lebih lanjut Arifin menyampaikan, dalam peta jalan NZE Indonesia, lebih dari 56 Giga Watt (GW) Battery Energy Storage System (BESS) dan ratusan juta kendaraan listrik akan beroperasi tahun 2060.

"Ini membuka ruang yang sangat besar dan potensial untuk investasi. Dibutuhkan lebih dari 40 miliar dollar AS pendanaan untuk program ini," ujar Arifin.

Contoh lainnya adalah teknologi solar PV bisa meningkatkan efisiensi untuk memproduksi keluaran tenaga yang lebih besar.

Baca juga: Sebelum STNK Diblokir karena Tak Bayar Pajak, Pemilik Akan Diberi SP

Ilustrasi pabrik SHUTTERSTOCK Ilustrasi pabrik

"Kami merencanakan membangun 420 GW solar PV yang akan terpasang pada 2060 dengan kebutuhan investasi tak kurang dari 160 miliar dollar AS," ucap Arifin.

Sehingga ia mengakui, perjalanan Indonesia mencapai target NZE akan biaya yang tidak sedikit. Walau demikian, Arifin optimis Indonesia bisa mencapai bahkan melaluinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.