Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/01/2023, 15:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Sopir bus menjadi peran yang paling penting dalam setiap layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Di Indonesia sendiri, biasanya saat bus AKAP beroperasi akan menggunakan dua orang sopir bus yang mengendarai armada secara bergantian.

Berbeda dengan banyak profesi lainnya, menjadi sopir bus dalam sebuah PO biasanya akan sulit terhubung langsung dengan manajemen perusahaan.

Jarak yang jauh dan harus fokus untuk mengantar penumpang untuk sampai ke tujuan membuat sopir bus kerap sulit untuk diawasi oleh pihak perusahaan.

Generasi ketiga dari salah satu pemilik armada PO Antar Lintas Sumatera (ALS) Sewan Delrizal Lubis mengatakan jika tidak ada pengawasan khusus bagi sopir bus yang bekerja di perusahaannya.

PO yang menjadi salah satu operator bus AKAP dengan trayek antar pulau di Indonesia itu akan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada awak bus.

Baca juga: Segini Gaji Minimal Anda buat Kredit Mobil Baru Kelas LCGC


“Tidak ada pengawasan khusus soal jam kerja supir, semua kebijaksanaan para kru bus. Kru 4 orang yang terdiri dari sopir dua orang dan kondektur dua orang. Soal jam kerja mereka yang punya kebijaksanaan,” kata Sewan kepada Kompas.com, Senin (23/1/2023).

Durasi membawa bus biasanya diatur oleh para awak bus, namun Sewan mengatakan jika pihak manajemen selalu mengingatkan para sopir untuk bergantian jika sudah berkendara sampai 8-9 jam.

Bus AKAP baru PO ALSDOK. ADIPUTRO Bus AKAP baru PO ALS

“Sedikit banyak teknologi pasti berperan, beberapa unit bus ALS juga sudah terpasang CCTV. Tapi bagaimanapun kalau sudah berangkat, kebijaksanaan para kru terutama cincu (supir 1) yang paling bertanggung jawab,” kata Sewan.

Layanan bus AKAP lainnya, yaitu dari PO Sumber Alam juga menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada tim awak bus.

Baca juga: Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Mobil Transmisi Matik

“Pengawasan pada jam kerja sopi kami terletak pada partner kerja, karena kami menggunakan dua sopir, otomatis mereka bergantian. Karena tidak mungkin ada satu sopir yang mau lelah kerja, sedangkan satunya bisa bersantai-santai,” kata Anthony Steven Hambali pemilik dari Po Sumber Alam kepada Kompas.com, Senin (23/1/2023).

Kemudian, menurut Anthony teknologi saat ini sangat berperan penting dalam mengawasi kerja sopir bus. Misalnya dari pengawasan alat GPS, sehingga bisa diketahui di mana sopir bus menambah kecepatan, ada kemacetan, dan waktu tempuhnya normal atau tidak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.