Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Kebiasaan yang Sebenarnya Mubazir Dilakukan Saat Mematikan Mesin Mobil

Kompas.com - 21/01/2023, 14:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika memiliki mobil, ada beberapa kebiasaan yang terdengar umum dan dilakukan banyak orang. Padahal, kebiasaan tersebut sebenarnya tidak ada untungnya dan bahkan bisa berujung merusak.

Kompas.com mengumpulkan tiga kebiasaan sebelum mematikan mesin mobil yang sebenarnya tidak ada manfaatnya bagi si pemilik kendaraan.

Menginjak Gas Dalam Sebelum Mesin Dimatikan

Baca juga: Hentikan Kebiasaan Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan di Jalan Tol

Ilustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer. Kompas.com Ilustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer.

Kebiasaan pertama adalah menginjak gas dalam-dalam sebelum mesin mobil dimatikan. Biasanya, orang yang melakukan hal ini melihat kebiasaan yang dilakukan orang tuanya dan turun-temurun.

Katanya, mesin yang digerung sebelum mematikan mesin berfungsi untuk mengisi kembali baterai atau aki. Jadi nanti ketika mau kembali menyalakan mesin, tidak mengalami masalah atau aki tekor.

Mengenai hal tersebut, Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak mengatakan, hal itu tidak ada kajian yang lebih dalam apakah benar atau tidak, tapi yang jelas, kendaraan tidak didesain untuk itu.

"Apalagi kendaraan sekarang (baru) saya pastikan tidak memerlukan itu. Sistem pengisian (aki) sekarang sudah sangat sempurna dibandingkan dulu, jadi kalau selesai dipakai, mau dimatikan, matikan saja," ucapnya kepada Kompas.com, Sabtu (21/1/2023).

Menurutnya, jika digas sebelum dimatikan malah menimbulkan efek lain. Pertama, mesin overrunning, putaran tinggi tanpa beban, tidak baik bagi kinerja mesin.

"Dia tanpa beban dan justru itu bisa merusak komponen kalau selalu dilakukan (digas sebelum matikan mesin). Kedua, akan menimbulkan pemborosan bahan bakar, dia akan membuang bahan bakar dimana tidak dipakai untuk menggerakkan kendaraan," ucap Suparna.

Baca juga: Berhenti di Lampu Merah, Tuas Transmisi Mobil Matik Harus Dipindahkan ke N?

Selain itu, polutan yang muncul lebih banyak karena rpm tinggi, bahan bakar dipakai lebih banyak. Jadi akan mengotori juga pada akhirnya dan tidak perlu dilakukan.

Bolehkah Langsung Mematikan Mesin Diesel Setelah Dipakai?

Konvoi anggota Tugumuda Fortuner Community (TUFOC) SemarangTUFOC Konvoi anggota Tugumuda Fortuner Community (TUFOC) Semarang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.