Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mesin Agya dan Ayla Lawas Bergetar, Apa Penyebabnya?

Kompas.com - 19/01/2023, 17:12 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Toyota Agya dan Daihatsu Ayla merupakan dua produk kembar di segmen low cost green car (LCGC) yang banyak diminati karena harganya terjangkau. 

Dimensi bodi juga kompak dan ringkas, sehingga mudah dikendarai untuk di jalan-jalan perkotaan yang macet. 

Harga kedua LCGC itu saat ini juga cuma dibanderol Rp 70-80 juta di bursa mobil bekas. Pembelinya kebanyakan dari pemilik mobil pemula. Selain irit bahan bakar, duo kembar tersebut pun terkenal kuat dan tangguh. 

Tapi, ada masalah yang kerap dikeluhkan pemilik. Pada umumnya yaitu mesin bergetar berlebihan. Hal itu menjadi pertanyaan sebagian besar pengguna Ayla dan Agya yang telah menempuh jarak 20.000 kilometer. 

Menanggapi hal itu, Kepala Bengkel Astra Daihatsu Majapahit Semarang Sapto Pamungkas mengatakan, tak perlu khawatir, kerusakan tersebut kategorinya masih ringan. Pada kasus itu, berarti karet-karet mounting mesin sudah getas atau pecah. 

"Mesin Ayla 1.000 cc, 3 cylinder sering dikeluhkan masalah getaran yang merambat ke bodi. Getaran yang masuk itu tanda karet mounting penyangga pecah. Ada 2 buah di samping kiri dan kanan," kata Sapto.

Baca juga: Mobil Bekas Harga di Bawah Rp 100 Juta di Semarang

Kerusakan yang terjadi dapat dirasakan saat pertama kali mesin dihidupkan dan bila berakselerasi pada kecepatan tinggi. 

Menurut Sapto, getaran mesin yang lebih besar dari kondisi normal ada peluang untuk merusak komponen-komponen lainnya. Ada dua komponen paling rawan, yaitu kipas radiator elektrik dan selang-selang bahan bakar dan juga radiator. 

"Lama-lama kipas radiator elektrik posisinya seperti terdorong yang juga membuat selang-selang bahan bakar dan radiator berisiko mengalami masalah," ucapnya. 

"Kerusakan yang parah lagi bahkan sampai menganggu kompresor AC atau alternator. Itu getaran yang merambat kan bisa membuat oblak (terlepas-red). Kedua komponen itu adalah sumber dan tempat arus mengalir," tambah Sapto. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.