Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/01/2023, 11:12 WIB

KLATEN, KOMPAS.com - Awalnya, skutik dikenalkan sebagai motor yang mudah dioperasikan bahkan untuk kaum hawa sekali pun.

Motor skutik dibekali transmisi otomatis berbasis CVT yang lembut dan tidak membutuhkan pengoperan roda gigi secara manual untuk mengubah rasio putaran mesin menjadi gaya putar pada roda penggerak.

Cukup dengan memutar tuas gas, maka kendaraan akan melaju. Pengendara tidak perlu menarik tuas kopling dan memasukkan roda gigi. Bahkan, kemudahan pada motor skutik pun merambah ke bagian sistem rem.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Rem CBS Honda Vario 125 Kurang Pakem?

Seorang pengendara sepeda motor Honda PCX mengalami rem blong saat turun di tanjakan ekstrem Krakalan, WonosoboDicky Aditya Wijaya Seorang pengendara sepeda motor Honda PCX mengalami rem blong saat turun di tanjakan ekstrem Krakalan, Wonosobo

Umumnya motor skutik dibekali rem kombinasi sebagai pengaman saat pengendara melakukan pengereman. Sistem rem kombinasi ini memastikan daya pengereman lebih rata antara roda depan dan belakang, sehingga lebih efektif.

Namun, rem kombinasi ini memiliki kelemahan ketika digunakan pada medan jalan tertentu, khususnya pada jalan yang menurun panjang. Tidak sedikit rem kombinasi motor skutik mengalami blong.

Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Achmad Wildan, mengatakan rem kombinasi kerap membuat pengendara motor skutik celaka di jalan menurun.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sistem Rem Kombinasi Mudah Mengalami Blong?

Rem belakang sepeda motor matik masih menggunakan model tromol. Dicky Aditya Wijaya Rem belakang sepeda motor matik masih menggunakan model tromol.

“Dalam waktu sehari ketika di Surabaya ini, kami menjumpai kecelakaan tiga sepeda motor karena rem blong di tempat yang berbeda, ketiganya dibekali rem kombinasi” ucap Wildan, Senin (5/12/2022) dalam sebuah Webinar ‘Fenomena Rem Blong dan Fakta Kecelakaan Bus & Truk’ di ITS.

Dia mengatakan hal tersebut bukan lah suatu kebetulan, karena itu bisa dijelaskan secara gamblang bagaimana bisa rem kombinasi sering mengalami blong di jalan menurun.

“Cara kerja dari rem kombinasi sendiri menggabungkan mekanikal rem depan dan belakang pada salah satu tuas rem, biasanya rem belakang, jadi ketika tuas rem belakang ditarik, maka kedua roda akan mengerem,” ucap Wildan.

Baca juga: Bunyi Klik pada Rem Sepeda Motor, Normalkah?

Rem sepeda motor normalnya berbunyi klik saat bekerjaKompas.com/Erwin Setiawan Rem sepeda motor normalnya berbunyi klik saat bekerja

Menurut Wildan rem kombinasi membuat rem depan dan belakang bekerja terus menerus selama skuter matik melewati jalan menurun dan itu cukup berbahaya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.