Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sanksi Sosial untuk Pengemudi Pelat RF yang Arogan Dinilai Tidak Tepat

Kompas.com - 26/12/2022, 16:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman sebelumnya mengatakan, warga diperbolehkan memberi sanksi sosial pada pengguna kendaraan dengan pelat nomor RF di jalan raya.

Mengingat, sering tertangkap kamera mobil dengan pelat khusus tersebut melanggar aturan. Misal menggunakan strobo dan sirene padahal sedang tidak dikawal, memakai bahu jalan, sampai menerobos lampu merah.

"Silakan masyarakat untuk bisa memberikan sanksi sosial kalau mereka istilahnya melakukan pelanggaran itu," ujar Latif belum lama ini.

Baca juga: Mobil Pakai Pelat Dewa Bukan Berarti Boleh Pasang Sirene dan Strobo

Pelat RF lakukan pelanggaran lalu lintasNTMC Polri Pelat RF lakukan pelanggaran lalu lintas

Latif tidak merinci seperti apa sanksi sosial yang bisa diberikan pada pengguna pelat RF tersebut saat melanggar aturan lalu lintas. Tapi, jika dilakukan sebenarnya sangat berisiko konflik di jalan raya.

Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, warga diperbolehkan memberi sanksi kepada pengguna pelat RF kurang tepat.

"Di sebuah pemukiman bisa diterapkan sanksi sosial karena statis, ada ketua RT, RW sebagai penengah. Tapi, lalu lintas kan dinamis, masa kita mau menutup-tutupi jalan mereka atau menabrak mereka? kan enggak juga," ucap Sony kepada Kompas.com, Senin (26/12/2022).

Baca juga: Gerbang Tol Cimanggis Arah Bogor Ditargetkan Beroperasi Awal 2023


Menurutnya, Polisi bisa meminta warga untuk merekam dan diberikan kepada Polisi atau diunggah di media sosial. Selain itu, harus ada tindak lanjuk sanksi hukum sebagai efek jera.

"Kalau cuma viral tapi Polisi diam ya percuma. Akhirnya justru Polisi dilihat tidak efektif bekerja, masyarakat jadi apatis," kata Sony.

Jadi Polisi tetap menjalankan tugasnya sebagai penjaga keamanan. Masyarakat bukan tugasnya untuk memberi sanksi, sekalipun ringan atau sosial, sangat berpotensi konflik.

"Jadi pihak Polisi jangan terlihat hilang akal ketika sudah terlihat kewalahan," ucap Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.