Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/12/2022, 13:31 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Rem tromol sebenarnya merupakan teknologi lawas. Namun sampai saat ini masih tetap digunakan pada beberapa mobil keluaran baru. 

Model tersebut sistem operasi seluruhnya konvensional, alias berbeda dengan yang menggunakan piringan cakram. 

Kerja rem tromol menekan dua kampas untuk menciptakan gaya gesek pada dinding atau drum mangkuk tromol. Beda dengan disc brake yang menggunakan kaliper rem dan memanfaatkan tekanan minyak rem. 

Perawatan rem tromol juga terbilang cukup mudah. Setelan rem juga bisa diatur, dari tingkat akurasi sampai dengan ketinggian rem. 

Baca juga: Belum Mampu Beli Mobil Listrik, Tetap Bisa Kurangi Emisi Gas Buang

"Rem tromol bisa disetel, terutama untuk mengatur jarak main rem dan ketinggian rem tangan. Penyetelan dapat dilakukan menggunakan parking brake laver," kata Kepala Bengkel Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto kepada Kompas.com, Senin (4/12/2022). 

Rem Tromol MobilKompas.com Rem Tromol Mobil

Beberapa kasus kerusakan rem tromol yang sering terjadi adalah ditemukan adanya rembesan minyak rem di bagian dekat roda.

Bambang mengatakan, kebocoran minyak rem sangat berbahaya, karena volume yang berkurang signifikan menyebabkan respon rem jadi payah. 

Hal itu terlihat dari tetesan yang mengotori pelek. Penanganan masalah tersebut sifatnya harus segera dan benar-benar darurat. 

"Minyak rem berkurang sedikit saja tekanan piston kaliper jadi berkurang. Pengereman jadi tak maksimal. Injakan pedal rem seperti terasa dalam," tambah Bambang. 

Baca juga: Faktor yang Bikin Usia Kampas Kopling Mobil Matik Lebih Singkat

Setelan rem tangan yang sering blong bisa dijadikan bahan menganalisa kampas rem yang habis. Langsung dapat dilihat dari posisi ketinggian tuas handrem. Menurut Bambang, yang dijadikan perhitungan adalah jumlah alur penguncian sampai berapa kali. 

Ilustrasi rem tangan mobil () Ilustrasi rem tangan mobil

"Bunyi klik yang terdengar sembilan kali atau lebih menandakan kampas telah menipis. Hal itu menyebabkan mobil rawan bergerak meski tuas handrem telau ditarik," ucapnya. 

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, perawatan rem tromol sesuai prosedur penanganan servis menyangkut setelan rem, kondisi kampas rem, dan membersihkan karat sampai bagian celah-celah di dalam. 

Baca juga: Sistem Keamanan Jaringan Mobil Honda dan Nissan Ternyata Bisa Diretas

"Karat yang timbul bisa menyebabkan panas berlebihan. Tekanan kampas rem jadi terlalu besar, rem seperti terkunci. Masalah ini justru sering kecolongan, bahkan sampai muncul bau hangus terbakar," tutup Bambang. 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.