Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/12/2022, 10:31 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Perawatan mobil musim hujan membutuhkan beberapa perhatian khusus. Selain rutin mencuci, pemilik juga dituntut lebih sering memeriksa detail kondisi komponen penting. 

Prioritas yang jadi patokan adalah sistem pengereman, seperti disc brake dan kondisi komponen-komponen lainnya yang menentukan keamanan dan keselamatan berkendara.

Hal yang sering membingungkan adalah munculnya bercak noda karat pada permukaan disc brake yang tak diketahui dari mana asalnya. Apalagi bagi mobil yang jarang digunakan.

Menjelaskan fenomena tersebut, Instruktur Training Center Nasmoco Bejo Agung Nugroho mengatakan, bercak karat pada disc brake bukanlah sesuatu yang berbahaya.

Baca juga: Begini Gejala Kampas Kopling Mobil Matik yang Minta Ganti

Kondisi tersebut dianggap menjadi hal yang wajar karena bagian roda mobil basah dan mengering secara alami. 

Rem MobilDicky Aditya Wijaya Rem Mobil

"Sisa air yang membasahi roda akan kering karena suhu udara atau terpapar sinar matahari. Seperti diketahui, bahan baku logam yang digunakan untuk disc brake memang beda dari bagian mobil lainnya. Material cakram dibuat dari cost iron atau besi tuang. Mudah teroksidasi dan terkontaminasi partikel asing atau kotoran udara bebas," kata Bejo dihubungi Kompas.com, Senin (5/12/2022). 

Meski kerap dikhawatirkan menggangu pengereman, Bejo menekankan, noda karat tersebut bisa hilang dengan sendirinya saat mobil berjalan atau digunakan.

Awalnya memang akan ada sedikit gejala seperti mengunci, apalagi bila sebelumnya mobil baru di cuci. 

Baca juga: Sama-sama Hybrid, Innova Zenix Tipe G Lebih Murah dari Wuling Almaz

Reaksi alamiah pembentukan korosi pada disc brake terjadi dalam waktu yang singkat. Bejo mendiskrispikan, kampas rem lengket dengan terjadi akibat tingkat oksidasi tinggi, berbanding lurus dengan kaliper yang mengatur ritme tekanan rem berhenti total. 

Cuci mobil () Cuci mobil

Kondisi kampas rem yang dipenuhi kotoran karat menyebabkan celah yang menekan piringan cakram jadi tertutup.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.