Kompas.com - 25/11/2022, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini truk oleng menabrak sejumlah sepeda motor di Gandaria, Jakarta. Ditengarai, kecelakaan terjadi karena sang sopir berusaha mengambil ponsel yang terjatuh.

Dari keterangan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sopir kurang konsentrasi. Padahal jangankan sampai kecelakaan, melakukan aktivitas yang dapat menghilangkan konsentrasi saja sudah dilarang.

Baca juga: Kendaraan Listrik Konversi Bakal Dapat BPKB dan STNK Khusus

Pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto, mengatakan, kasus kecelakaan akibat pengemudi yang kurang konsentrasi masih sering terjadi.

Naik motor main HPmotorplus Naik motor main HP

Dalam perkara kecelakaan lalu lintas, faktor manusia menjadi penyebab kecelakaan yang dominan. Menurut Budiyanto, saat terjadi kecelakaan, sopir umumnya memberi keterangan bahwa kurang konsentrasi.

"Kurang konsentrasinya para pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan, banyak hal yang melatar belakangi, antara lain sakit, lelah, menggunakan ponsel, terpengaruh alkohol, narkoba, tidak mampu mengendalikan kemudi, dan sebagainya," ucap Budiyanto.

Budiyanto mengatakan, beberapa hal yang dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi, misalnya kondisi fisik sedang tidak sehat, berada di bawah pengaruh obat-obatan, mengantuk, dan bermain ponsel.

Baca juga: Truk ODOL Bikin Umur Jalan Jadi Lebih Pendek

Kecelakaan maut di tol Semarang -Solo tiga orang tewasKOMPAS.COM/Dok. Polda Jateng Kecelakaan maut di tol Semarang -Solo tiga orang tewas

Ada dasar hukum yang mengatur tentang pengemudi yang tidak berkonsentrasi saat berkendara. Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 238.

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.