Kompas.com - 16/11/2022, 10:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil hybrid mulai banyak diandalkan oleh masyarakat. Hal itu mungkin saja dampak dari mahalnya harga bahan bakar minyak.

Pasalnya, dengan mobil hybrid maka konsumsi bahan bakar menjadi sangat irit. Hal itu tentu saja menarik buat masyarakat.

Hanya saja, mobil hybrid tidak didesain untuk melibas jalanan banjir seperti di sebagian wilayah Indonesia ketika musim penghujan. Sehingga, ada beberapa risiko yang harus ditanggung pemilik mobil hybrid bila menerjang banjir.

Baca juga: Begini Cara Merawat Baterai Mobil Hybrid

Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa titik Kota Malang, Jawa Timur pada Kamis (10/11/2022).KOMPAS.com/ Nugraha Perdana Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa titik Kota Malang, Jawa Timur pada Kamis (10/11/2022).

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota AStra Motor (TAM) Didi Ahadi, mengatakan mobil hybrid tidak didesain untuk menerjang banjir karena bukan termasuk mobil amfibi.

“Mobil hybrid bukan jenis mobil amfibi yang bisa menerjang banjir dengan aman dan mudah, maka dari itu tetap ada risiko yang harus diperhatikan bagi pemilik mobil hybrid ketika harus dihadapkan dengan banjir,” ucap Didi kepada Kompas.com, Selasa (15/11/2022).

Dia mengatakan meski ada fitur pengaman ketika mobil hybrid terendam banjir, namun risiko tersebut tetap ada sehingga sebaiknya menghindari genangan air.

Baca juga: Fatal Mengabaikan Sistem Pendingin Mesin pada Mobil Hybrid

Sejumlah desa di Lampung Selatan mengalami bencana banjir pada Kamis (27/10/2022). Banjir diduga terjadi setelah hujan melanda sejak Rabu (26/10/2022) malam.Tangkapan layar video/DOK. warga Sejumlah desa di Lampung Selatan mengalami bencana banjir pada Kamis (27/10/2022). Banjir diduga terjadi setelah hujan melanda sejak Rabu (26/10/2022) malam.

“Sebenarnya ada fitur keamanan, berupa sistem pemutus arus listrik pada kabel tegangan tinggi baterai ketika terjadi korsleting, sehingga dampak yang disebabkan akan lebih kecil,” ucap Didi.

Dia mengatakan risiko mobil hybrid menerjang banjir hampir sama dengan mobil konvensional. Hanya saja mobil hybrid dibekali baterai khusus cukup besar yang juga menambah risiko lain.

“Baterai mobil hybrid ada di bawah jok mobil, jadi kalau sampai mobil menerjang banjir dan menyebabkan baterai basah itu cukup berisiko, karena bagaimana pun baterai mobil hybrid tidak boleh basah,” ucap Didi.

Baca juga: Toyota Innova Hybrid Meluncur 21 November 2022

Dia mengatakan selama mobil hybrid menerjang banjir tidak melebihi batas maksimal kemungkinan masih aman.

“Kalau masih sebatas di bawah dek masih aman, namun kalau sudah sebatas kursi Ini berisiko,” ucap Didi.

Jadi, sama dengan mobil-mobil lain mobil hybrid tidak disarankan untuk menerjang banjir karena akan ada beberapa risiko yang ditanggung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.