Kompas.com - 16/11/2022, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasaki Ninja 150 RR tetap jadi perhatian meski sudah lama tidak diproduksi. Saat ini motor sport entry level kelas 150cc bermesin 2-tak itu laris sebagai motor hobi.

Nazar Ray, salah satu penggiat komunitas pengguna Kawasaki Ninja mengatakan, Ninja RR ada dua yaitu Ninja ZX-KRR 150 Thailand dan Ninja RR CKD/CBU dari Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Ray menjelaskan, sebetulnya menurut dia sama saja, perbedaan mencolok hanya beda tahun produksi, lokasi pembuatan, serta beberapa elemen kecil antara buatan Thailand dan lokal.

Baca juga: Kawasaki Pastikan Masih Produksi Spare Part Ninja 150 2-Tak

Komunitas Kawasaki Ninja 150Foto: Nazar Rai Komunitas Kawasaki Ninja 150

"Tahun 2002-2005, KMI mendatangkan Ninja RR dari Thailand. Kalau tidak salah antara tahun 2002 sampai 2004, hanya tiga warna yang masuk, Hijau, Biru dan Silver. Warna hitam masuk 2005 dan pertengahan 2006," kata Ray kepada Kompas.com, Selasa (15/11/2022).

"Sementara mulai November 2006 ke atas sudah CKD dengan blok 1855.
Pada November 2006, di Jakarta Motorcycle & Motor Show di JCC Jakarta, untuk pertama kalinya KMI memperkenalkan warna baru, oranye," kata Ray.

Ray mengatakan, perbedaan kedua motor itu ada di bagian blok mesin. Ninja RR dari Thailand pakai kode blok mesin 1878 sedangkan yang rakitan lokal pakai kode 1855.

"Bedanya lagi, blok 1855 Super Kips kebuka di 7.000 rpm, nah kalau blok 1878 bisa 9.000 rpm baru kebuka, lambat di bawah, tapi nendang di putaran atas dan tengah," kata Ray.

Singkatnya, kata Ray, dua motor ini beda rasa berkendara. Versi Thailand lebih adem di putaran bawah dan menengah tapi menyengat di putaran atas.

Baca juga: IMOS 2022 Catat Penjualan 2.961 Unit, Motor Listrik Sumbang 18 Persen

Kawasaki Ninja ZX-KRR 150Foto: Nazar Rai Kawasaki Ninja ZX-KRR 150

"Satu lagi kelebihan blok 1878. Dia bisa dipakai Blok racing KRR 1855 gold (hanya ganti head), sementara blok mesin 1855 tidak bisa dipasang blok 1878," jelas Ray.

Karena hal tersebut ungkap Ray, pemilik Ninja RR dengan blok 1855 banyak mencari bandul kruk as punya 1878.

"Pen piston blok 1878 lebih besar dari blok 1855, dan ring piston blok 1878 itu sentris sejajar, nah ring piston 1878 itu berlainan arah makanya blok 1878 boyo bawahnya, tapi nendang di tengah dan atas," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.