Kompas.com - 14/11/2022, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan data di atas kertas, sebagai pendatang baru Honda WR-V yang menggunakan mesin 1.500 cc layaknya BR-V, memiliki tenaga sebesar 121 PS atau 119,2 tk dan torsi 145 Nm.

Tenaga tersebut lebih besar dari para rivalnya yang sudah lebih dulu hadir meramaikan segmen low sport utility vehicle (LSUV).

Sebut saja seperti Toyota Raize, Daihatsu Rocky, sampai duet merek Korea Selatan yang mengusung mesin 1.500 cc, yakni Kia Sonet dan Hyundai Creta.

Baca juga: Ini yang Bisa Bikin Aki Mobil Tekor dalam Waktu Semalam

Hal ini menjadi salah satu poin plus bagi Honda WR-V sebagai pendatang baru, selain dari bentuk desain yang boleh dibilang lebih fresh sebagai small SUV.

Honda WR-V RS with Honda SensingHPM Honda WR-V RS with Honda Sensing

Namun bukan berarti WR-V langsung menang telak. Bila diperhatikan, ada beberapa kekurangan yang membuat SUV baru Honda ini terkesan tanggung dari segi fitur.

Pertama, soal absennya opsi transmisi manual. PT Honda Prospect Motor (HPM) mengeluarkan WR-V dalam tiga varian yang semuanya dibekali transmisi CVT.

Bagi konsumen perkotaan memang transmisi matik lebih diminati, namun tidak semua untuk yang di daerah. Rata-rata masih suka mengendarai mobil manual.

Baca juga: Adu Tenaga WR-V, Raize, Rocky, Creta, dan Sonet, Mana Paling Besar?

Honda WR-V RS with Honda SensingHPM Honda WR-V RS with Honda Sensing

Dari pengalaman redaksi saat menjajal singkat, ternyata Honda tak melengkapi WR-V dengan paddle shift, termasuk untuk varian tertinggi yang sudah mengusung teknologi Honda Sensing. Beda dengan Toyota Raize TSS yang secara harga masih lebih murah.

Meski terkesan sepele, keberadaan paddle shift sebenarnya bisa menambah sensasi fun to drive bagi pengendara. Ditambah lagi ternyata sistem kemudi WR-V juga belum mengusung telescopic.

Ketika menanyakan hal ini, Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy mengatakan, absenya paddle shift dan telescopic pada WR-V sudah melalui study yang pastinya juga menyesuaikan harga jual.

Baca juga: Pakai Harian di Dalam Kota, Ini Hasil Konsumsi BBM Suzuki S-Presso

"Semua fitur dan teknologi yang disematkan pada kendaraan kami selalu mengikuti apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen melalui berbagai study," ujar Billy kepada Kompas.com, Sabtu (12/11/2022).

"Bisa saja semua fitur digunakan, namun harga tidak sesuai, karena itu segmen apa kendaraannya, terget market seperti apa, perlu study yang panjang," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.