Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanpa Harus Bongkar, Ini Cara Cek Rem Tangan yang Mulai Kurang Pakem

Kompas.com - 29/10/2022, 13:02 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Rem tangan mobil atau hand brake, bekerja mengunci roda saat parkir. Dengan demikian posisi mobil bisa diam tak bergerak. 

Sama seperti komponen lain, rem tangan membutuhkan perawatan rutin. Tak lain untuk menghindari setelan rem yang berubah. 

Penting bagi pemilik mobil mengetahui kinerja rem tangan yang menurun. Seperti di ungkap Kepala Bengkel Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto, deteksi performa rem tangan yang berkurang terbilang cukup gampang, bahkan tak harus membongkar. 

"Saat ditarik terasa bedanya, sesuai standar pabrikan biasanya rem yang masih pakem penguncian umumnya 5-7 titik. Bisa diketahui dari berapa kali bunyi 'klik' yang terdengar," ucap Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (29/10/2022). 

Baca juga: Innova Hybrid Pakai Platform TNGA dan Fitur Sunroof

Rem tangan yang kurang pakem, kata dia, tak bisa langsung mengarah karena kampas rem tipis, bisa jadi penyebabnya sepele, yakni kabel rem kotor. 

Kabel rem yang kotor, menurut Bambang, dampaknya malah lebih serius, rem tangan jadi sulit di turunkan. 

Rem MobilDicky Aditya Wijaya Rem Mobil

"Berat dan seperti 'ngunci', rem tangan jadi sulit di turunkan. Langkah penanganan dibersihkan, baru kita cek semuanya normal. Dilanjutkan penyetelan mengembalikan fungsi sediakala," kata Bambang. 

Foreman Nissan Setyabudi Semarang Wisnu Wardhana mengatakan, kinerja rem tangan yang berkurang bisa terjadi setelah mobil melewati genangan banjir. 

Baca juga: Daftar Harga Nissan Navara Bekas, Mulai Rp 160 Jutaan

Tromol yang basah terendam air membuat kampas rem lengket. Selain itu, kabel rem dan sling baja yang bekerja saat rem tangan di aktifkan juga mengalami korosi. 

pemeriksaan rem tromolAgus Setiawan pemeriksaan rem tromol

"Dampaknya terasa setelah mobil parkir lama dengan rem tangan posisi aktif, saat digunakan kembali rem jadi terasa tidak pakem karena sling baja sulit bergerak bebas disebabkan korosi," kata Wisnu. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.