Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Tenaga Surya Eksis di Indonesia, Cuma buat Bergaya

Kompas.com - 11/10/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Seiring dengan isu masalah lingkungan, kini berbagai produsen kendaraan seakan bersaingan untuk meluncurkan berbagai produk otomotif yang ramah lingkungan sehingga menurunkan emisi.

Bukan hanya kendaraan listrik, di beberapa negara telah mengembangkan teknologi kendaraan dengan tenaga surya atau matahari. Lalu apakah mobil tenaga surya nantinya akan jadi tren otomotif di Indonesia?

Baca juga: Tips Meminimalisir Budget Saat Konversi Motor Listrik

Iwa Garniwa, Rektor Institut Teknologi PLN mengatakan kendaraan bertenaga surya bukanlah hal yang sulit untuk di kembangkan di Indonesia. Hanya saja, efektivitas kendaraan ini akan sulit diterima oleh pasar.

“Di luar negeri juga tidak terlalu banyak yang begitu karena untuk apa? Jadi menghilangkan estetika karena solar panelnya harus di pakai di permukaan kendaraan. Ini jadinya membuat wajah mobil jadi aneh,” kata Iwa kepada Kompas.com, Senin (10/10/2022).


Mobil tenaga Surya sendiri adalah kendaraan listrik yang menggunakan matahari sebagai sumber energinya Menurut Iwa kebutuhan energi mobil itu sangat besar. Maka dari itu, panel surya yang ada di permukaan mobil tidak akan cukup untuk mengisi dengan cepat kebutuhan daya kendaraan itu.

Baca juga: Menyambut Kehadiran Toyota Innova Hybrid Bulan Depan

Mobil mau tidak mau harus mengorbankan estetika untuk panel surya, padahal daya yang dihasilkan hanya sedikit.

Bahkan, bukan panel solar komponen yang mahal pada ekosistem kendaraan ini, justru yang paling mahal baterai, kedua dynamo lalu ketiga kontrol sistem.

“Jadi kalau ditanya di Indonesia kenapa belum sampai kesana? Yah itu mah gampang. Tapi pakai solar panel untuk apa? Seperti gaya-gayaan saja,” kata Iwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.