Kompas.com - 01/10/2022, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil mengalami overheat atau panas berlebih sebenarnya adalah risiko yang lazim dialami oleh pengendara. Biasanya, panas yang berlebih ini terjadi bila sistem pendingin mengalami masalah.

Seperti yang diketahui sistem pendingin pada mobil terdiri dari komponen yang memiliki usia pakai, seperti motor kipas radiator, radiator itu sendiri, selang radiator dan lain sebagainya punya usia pakai dan akan rusak pada waktunya.

Namun, overheat sering dikaitkan dengan hal-hal yang besar seperti turun mesin yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Padahal, tidak semua mobil yang mengalami overheat harus melakukan turun mesin. Lantas, apa tanda mesin harus turun mesin setelah mengalami overheat?

Baca juga: Jangan Buru-buru Turun Mesin jika Mobil Mengalami Overheat

Mesin sedang diperbaikiKompas.com/Erwin Setiawan Mesin sedang diperbaiki

Mekanik Nissan Bintaro Muhammad Asrofi mengatakan, mesin yang harus diturunkan setelah mengalami overheat bisa dilihat dari kerusakan yang diakibatkan.

“Jika kerusakannya ringan, misal koilnya ya tidak perlu diturunkan, tapi kalau sudah membuat kerusakan pada komponen dalam mesin tetap harus diturunkan, misal kepala silindernya sudah melenting, itu pasti harus turun,” ucap Asrofi kepada Kompas.com, Jumat (30/9/2022).

Dia mengatakan kepala silinder yang melenting bisa diketahui dari jejak air yang masuk ke ruang bakar.

Baca juga: Daftar Penyebab Overheat pada Mesin Mobil

Ilustrasi mobil mengalami overheatZulfana K. Rijal Ilustrasi mobil mengalami overheat

“Busi dilepas untuk dilihat apakah air masuk ke ruang bakar atau tidak, bisa menggunakan senter untuk memastikannya, jika ada air sudah jelas mesin harus diturunkan, tapi kalau tidak terlihat maka perlu mencari tanda lainnya,” ucap Asrofi.

Dia mengatakan dari warna ujung busi bisa bisa dikenali tanda bekas air, tapi itu kurang kuat sebagai bukti sehingga perlu memastikannya dengan tanda lain.

“Dari businya, jika busi terlihat berwarna pucat atau terdapat warna coolant mengering itu bisa dijadikan tanda, tapi karena itu hanya dugaan maka perlu mencari tanda lainnya dengan membuka tutup radiator,” ucap Asrofi.

Baca juga: Kipas Radiator Mati, Jadi Penyebab Mesin Mobil Overheat

Perbaikan cylinder head Suzuki Katana overheat Dicky Aditya Wijaya Perbaikan cylinder head Suzuki Katana overheat

Dia mengatakan dari air radiator bisa dilihat sirkulasi air pendingin saat mesin awal dihidupkan, bila bersirkulasi dengan wajar maka masih aman tapi bila sudah menyembur kencang itu masalah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.