Kompas.com - 30/09/2022, 12:12 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Banyak mobil matik modern yang dibekali dengan transmisi CVT identik dengan perpindahan percepatan yang nyaman serta irit bahan bakar.

Namun, jenis transmisi ini dikabarkan kurang cocok dengan medan jalan yang menanjak, seperti area perbukitan dan sejenisnya.

Nah, secara detail, kuat dan tidaknya mobil matik CVT melibas suatu tanjakan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda CVT Bermasalah pada Mobil Matik

Tuas transmisi CVT dan rem parkir elektris milik Mitsubishi Xpander terbaru.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Tuas transmisi CVT dan rem parkir elektris milik Mitsubishi Xpander terbaru.

Pemilik Aha Motor Spesialis Nissan & Datsun Hardi Wibowo mengatakan, ada beberapa faktor yang menentukan apakah mobil matik CVT bisa melibas suatu tanjakan atau tidak.

“Yang pertama kemiringan tanjakan, semakin curam tanjakan maka akan semakin berat buat mobil CVT, apalagi kebanyakan mobil matik CVT menggunakan penggerak roda depan, itu akan semakin mempersulit,” ucap Hardi kepada Kompas.com, Kamis (29/9/2022).

Dia mengatakan, semakin miring mobil, beban terberatnya akan semakin ke arah roda belakang. Hal itu membuat roda depan tidak menapak dengan sempurna sehingga mobil bisa kehilangan traksi.

Baca juga: Bahaya Memindahkan Tuas Matik CVT ke L Saat Tidak Kuat Menanjak

Mitsubishi Xpander Ultimate CVTKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Mitsubishi Xpander Ultimate CVT

“Yang kedua ancang-ancang, jika mobil matik CVT bisa mendapatkan jarak persiapan sebelum nanjak maka akan lebih mudah melibasnya,” ucap Hardi.

Dia mengatakan, jarak tersebut bisa digunakan sebagai kesempatan menambah kecepatan mobil sebelum menanjak sehingga gaya dorong akan membantu mobil melewati tanjakan.

“Selain itu, muatan juga menentukan, semakin berat beban mobil matik CVT maka kesempatan untuk bisa melibas tanjakan semakin sedikit, karena transmisi ini bekerja sesuai dengan torsi yang dibutuhkan, makin berat maka mobil semakin membutuhkan torsi yang besar,” ucap Hardi.

Baca juga: Cara Mengemudi Mobil Matik CVT di Tanjakan

Test Drive All New Xenia 1.500 cc ASA CVTKOMPAS.com/Adityo Wisnu Test Drive All New Xenia 1.500 cc ASA CVT

Dia juga menjelaskan, kualitas oli CVT juga menentukan apakah mobil tersebut mampu melibas suatu tanjakan atau tidak.

“Kalau oli CVT-nya bagus, bersih, dan masih baru maka besar kemungkinan akan lebih aman untuk menanjak karena perlindungannya masih optimal. Selain itu, oli CVT juga berperan sebagai fluida yang menekan piston di dalam kopling CVT,” ucap Hardi.

Dia mengatakan, jika kualitas oli CVT sudah jelek maka kinerjanya akan menurun sehingga berpeluang membuat slip pada kampas kopling CVT.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Komponen Rusak pada CVT Mobil

Jadi, setidaknya ada empat faktor yang memengaruhi mobil matik CVT kuat menanjak atau tidak, yaitu kemiringan tanjakan, ancang-ancang, muatan, dan kualitas oli CVT.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.