Hindari Modus Ban Kempis, Begini Ciri-ciri Ban Mobil Kalau Kempis

Kompas.com - 08/09/2022, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan salah satu komponen mobil yang harus selalu dipastikan baik kondisinya. Namun, sebagai pengemudi kita sering tidak sadar bahwa tekanan angin ban kurang.

Terutama bagi pengemudi pemula, akan sulit merasakan gejala ban kempis pada kendaraannya.

Jangan sampai ketidaktahuan ini malah menjadi celah untuk para pelaku modus kejahatan teriak ban kempis melancarkan aksinya. Sebab, tak jarang modus seperti ini memakan banyak korban.

Baca juga: Alasan Kenapa Bus Jarang Matikan Mesin Saat Isi BBM

On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, memang cukup sulit mengetahui ciri-ciri ban kempis, terutama bagi pengemudi pemula.

“Apalagi kalau kempisnya tidak banyak, tidak bisa terlihat fisiknya. Bahkan ada beberapa tipe ban yang kelihatannya kempis tapi sebenarnya tidak kempis, karena bentuk bannya rounded,” ucap Zulpata saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/9/2022).

Menurut Zulpata, cara yang mudah untuk mengetahui kondisi ban (kempis atau tidak) caranya adalah dengan menggunakan alat pengukur tekanan ban atau yang disebut Tire Pressure Gauge.

Fitur Tire Pressure Monitoring System (TPMS) yang ditampilkan pada meter cluster.Ghulam/KompasOtomotif Fitur Tire Pressure Monitoring System (TPMS) yang ditampilkan pada meter cluster.

“Namun kalau tidak tersedia, bisa juga pengemudi mencoba di jalan yang lurus, kalau mobil cenderung ke satu sisi, berarti yang mengarah ke bagian itu tekanan anginnya kurang, dengan syarat kelurusan rodanya atau cek spooring-nya baik,” ucapnya.

Zulpata melanjutkan, ban kempis juga bisa dirasakan melalui setir. Jika kemudi terasa berat atau telat merespon, kemungkinan ban kempis atau kurang angin.

Baca juga: Ide Modifikasi Suzuki Swift Lawas, Masih Bisa Terlihat Sporty

“Bisa dirasakan juga di jalan rusak. Kalau terasa bagian yang respons damping-nya terlambat, berarti bagian tersebut yang kemungkinan kurang angin,” katanya.

Namun cara yang paling mudah, kata Zulpata, adalah menggunakan alat bantu monitoring tekanan angin atau Tire Pressure Monitoring System (TPMS).

“Sekarang sudah gampang dibeli di online, tinggal pantau dari monitor TPMS. Bahkan ada alarm, kalau tekanan angin di bawah standar yang kita tentukan sebelumnya. Di beberapa mobil sudah terpasang alat ini dari pabriknya,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.