BBM Naik, Honda Masih Tahan Penyesuaian Harga Jual Mobil dan Servis

Kompas.com - 05/09/2022, 18:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax hingga 35 persen pada Sabtu (3/9/2022).

Langkah tersebut sebagai respons atas gejolak minyak dunia dan impor yang terus menguat. Sehingga harga BBM di dalam negeri yang diberikan subsidi dengan APBN tidak dapat lagi ditopang secara optimal.

Sebagai dampaknya, beberapa aktivitas disinyalir bakal mendapat penyesuaian tak terkecuali di sektor otomotif. Terkhusus, untuk produksi, penjualan, sampai dengan biaya servis yang dibebankan ke pemilik kendaraan.

Baca juga: Permintaan Asosiasi Ojek Online Sebelum Ada Kenaikan Tarif

Ilustrasi SPBUTRIBUNNEWS/HERUDIN Ilustrasi SPBU

Meski demikian, PT Honda Prospect Motor (HPM) mengaku masih akan terus memonitor kondisi pasar dalam negeri imbas kebijakan tersebut. Sehingga, perseroan belum memutuskan penyesuaian biaya apapun.

"Menanggapi kenaikan harga BBM kemarin, kami yakin bahwa pemerintah telah mempertimbangkan banyak hal serta memiliki solusi untuk menekan tingkat inflasi sehingga dapat mempertahankan daya beli," kata Sales Marketing & Business Innovation Director HPM, Yusak Billy kepada Kompas.com, Senin (5/9/2022).

"Tentunya kami juga akan terus memonitor kondisi terkini dan menjalankan strategi yang sesuai untuk menjaga pasar tahun ini," lanjut dia.

Dengan belum memutususkan penyesuaian, artinya untuk harga jual mobil merk Honda dan biaya servis (termasuk komponen) belum ada kenaikkan.

Baca juga: Cara Meningkatkan Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar pada Mobil

Di samping itu, menurut Billy, untuk melakukan penyesuaian harga faktor yang perlu dianalisa tidak hanya dari kenaikan BBM dan inflasi saja. Beberapa sektor lain seperti kebijakan pemerintah, prinsipal, keadaan global, dan lain-lain.

"Kami selalu berusaha untuk bisa menekan kenaiakan biaya produksi dengan banyak melakukan efisiensi di lini produksi kami," kata dia.

"Di luar hal tersebut, untuk saat ini fokus kami adalah untuk dapat secepatnya memenuhi permintaan konsumen di tengah pasokan komponen yang masih sangat tidak stabil," ucap Billy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.