Awas, Asal Cuci Ruang Mesin Mobil Bisa Berdampak Fatal

Kompas.com - 09/08/2022, 15:31 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Mencuci mobil sudah menjadi ritual wajib, namun bila bicaranya ruang mesin, maka tak boleh asal saat melakukannya. 

Bila sampai keliru atau asal mencuci, dampaknya bisa fatal. Contoh seperti membuat malfung sistem kelistrikan, bahkan lebih fatalnya membuat sejumlah komponen rusak akibat kemasukan air.

Lantas apakah sebenarnya mencuci ruang mesin boleh atau justru dilarang?

Menanggapi hal itu, Kepala Bengkel Astra Daihatsu Majapahit Semarang Sapto Pamungkas mengatakan, dari pabrikan mencuci ruang mesin tak dianjurkan untuk disemprot air bertekanan.

Baca juga: Pendaftar BBM Subsidi Pertalite Didominasi Mobil di Bawah 1.500 cc

"Kalau membersihkan mending pakai lap atau spoon sambil memakai sabun cuci mobil saja. Boleh pakai sabun lain dengan kandungan PH tinggi dan dinilai efektif mengangkat noda debu dan oli," kata Sapto, kepada Kompas.com, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya, komponen-komponen kelistrikan dan pengapian seperti koil dan alternator cukup rawan mengalami korsleting. 

Mencuci ruang mesin agar aman cukup menggunakan peralatan sederhanaDicky Aditya Wijaya Mencuci ruang mesin agar aman cukup menggunakan peralatan sederhana

Sapto menjelaskan, bila asal semprot dikhawatirkan komponen tersebut bermasalah. Noda bekas oli yang sulit dihilangkan bisa dibersihkan dengan mencampurkan cairan degreaser dan sabun colek. 

Setelah itu, dibasuh perlahan menggunakan kain lap atau busa agar oli yang bercampur debu bisa bersih. 

"Tidak perlu air bertekanan tinggi, untuk membersihkan bekas oli dalam kap mesin cukup menggunakan ramuan sabun colek dan degreaser. Nanti, celah-celah sempit dibersihkan menggunakan kuas atau sikat bekas," ucapnya. 

Baca juga: Mitsubishi Xpander Cross Bakal Meluncur di GIIAS 2022

Tampilan mesin Toyota Yaris yang digeber Muhamad Arya Rafi (17/10/2021).KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Tampilan mesin Toyota Yaris yang digeber Muhamad Arya Rafi (17/10/2021).

Foreman Nissan Setyabudi Semarang Wisnu Wardhana mengatakan, komponen kelistrikan bisa dibilang sensitif terhadap air. Alternator maupun koil pengapian yang terkena air dalam jangka waktu lama bisa bermasalah. 

"Altenator, sensor-sensor, atau konektor rawan air, lama-lama bagian konduktor tidak bisa menghantarkan arus listrik," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.