Penyandang Disabilitas Wajib Punya SIM D Saat Berkendara

Kompas.com - 09/08/2022, 06:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Dengan memiliki SIM maka menjadi bukti bila pengendara telah layak mengemudi di jalan umum.

Aturan ini juga berlaku bagi pengendara yang memiliki keterbatasan fisik atau penyandang disabilitas (difabel). Terdapat golongan SIM khusus agar kemampuan bagi difabel dalam mengemudi dapat diakui, yakni SIM D dan D1.

SIM D diperuntukkan bagi penyandang disabilitas yang hendak mengendarai sepeda motor. Sementara SIM DI ditujukan untuk pengemudi mobil.

Baca juga: Leasing Belum Incar Pembiayaan Kendaraan Listrik

Kepemilikan SIM setiap pengendara diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, pasal 242. Maka Polrestabes Surabaya punya program Cak Bhabin untuk mendampingi pemohon disabilitas.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, Kompol Arif Fazlurrahman mengatakan, SIM adalah bukti legitimasi lisensi mengemudi. Jadi warga disabilitas pun bisa memiliki SIM D ketika memenuhi persyaratan ujian praktek dan teori.

“Jika memenuhi kompetensi maka bisa mendapatkan SIM D,” kata Arif dikutip dari korlantas.polri.go.id, Selasa (9/8/2022).

Untuk kegiatan Cak Bhabin ini, kata Arif, berkolaborasi antara bibmas dan satlantas untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dalam permohonan SIM baru yang ada di wilayah-wilayah tertentu.

Satpas SIM Polres Kediri Kota, Jawa Timur.KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIM Satpas SIM Polres Kediri Kota, Jawa Timur.

Kegiatan Cak Bhabin sendiri rutin dilakukan secara acak di seluruh kecamatan se wilayah Surabaya untuk hari giat mencakup Kelurahan Lakarsantri, Benowo dan Pakal serta terlihat beberapa warga disabilitas yang ikut mengantri guna membuat sim baru.

Baca juga: Mengenal Fungsi Sight Glass pada AC Mobil

Arif juga mengatakan, tidak ada persyaratan khusus bagi disabilitas. Sebagaimana program Cak Bhabin ini, masyarakat akan didampingi oleh bhabinkamtibmas melaksanakan ujian teori melalui administrasi di HP-nya masing-masing.

Kemudian sebelum praktek ada ujian kegiatan klinik. Dua parameter praktek dan teori serta psikologi lulus maka dapat memiliki SIM golongan D meski warga disabilitas.
“Biayanya sama yaitu sebesar Rp 100.000,” jelas Arif.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.