Dovizioso Sebut Karier Aleix Espargaro Mirip dengan Dirinya

Kompas.com - 01/08/2022, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aleix Espargaro saat ini mulai tampil kompetitif bersama Aprilia. Andrea Dovizioso pun melihat kemiripan antara dirinya dan Aleix.

Dovizioso bergabung dengan Ducati sejak 2013. Pada awalnya, pebalap asal Italia ini juga jauh dari kompetitif. Namun, seiring berjalannya waktu, Dovizioso mulai sering terlihat di barisan depan.

Baca juga: Tim Aprilia MotoGP Mulai Diincar Sponsor Besar

Bahkan, pada musim 2017, 2018, dan 2019, Dovizioso berhasil membawa Ducati nyaris mendapatkan gelar juara dunia MotoGP. Selama tiga musim berturut-turut, Dovizioso menjadi runner up.

Aleix EspargaroTWITTER/ALEIXESPARGARO Aleix Espargaro

Sejauh ini, hanya Casey Stoner yang menjadi pebalap Ducati dengan jumlah kemenangan terbanyak. Total kemenangan Stoner berjumlah 15 kali. Sementara Dovizioso, jumlahnya hanya 14 kemenangan.

Melihat hal tersebut, mirip juga dengan perjalanan Aleix. Pebalap asal Spanyol itu masuk Aprilia pada musim 2017. Tapi, podium pertamanya baru bisa dia rasakan saat musim 2021.

Baca juga: Aleix Dukung Larangan Penggunaan Perangkat Suspensi Belakang di MotoGP

"Cerita dia dimulai dengan masa sulit untuk pebalap dan tim, dengan selisih yang besar, mereka sangat kesulitan, tapi mereka bekerja keras dan bisa kompetitif di MotoGP," ujar Dovizioso, dikutip dari Speedweek.com, Senin (1/8/2022).

Andrea Dovizioso jajal Aprilia RS-GPFoto: Tuttomotoriweb.it Andrea Dovizioso jajal Aprilia RS-GP

Dovizioso tak lupa untuk mengomentari gaya balap dari Aleix. Menurutnya, gaya balapnya sangat tidak biasa. Meski demikian, gaya balap tersebut bisa membuatnya jadi lebih kompetitif.

"Aleix bisa mengendalikan motornya, dia melakukan semuanya dengan ban belakang. Tapi, dia tidak melakukan kesalahan," kata Dovizioso.

Andrea Dovizioso saat sesi tes bersama Aprilia di Sirkuit Misano, ItaliaDok. Callo Albanese Andrea Dovizioso saat sesi tes bersama Aprilia di Sirkuit Misano, Italia

Menurutnya, paket yang dimiliki motor Aprilia RS-GP sudah bagus, baik dari sisi tenaga maupun cengkraman ban. Namun, tidak semudah itu juga untuk bisa menjadi juara dunia. Sebab, dibutuhkan harmonisasi antara motor dan pebalapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.