Alasan Kenapa BBM Kualitas Rendah Bikin Mesin Jadi Loyo

Kompas.com - 30/07/2022, 17:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Harga bahan bakar nonsubsidi yang melambung tinggi, membuat para pengguna kendaraan, baik sepeda motor dan mobil, bermigrasi ke subsidi yang notabennya lebih murah.

Namun demikian, tanpa disadari, ada efek buruk dari penggunaan bahan bakar berkualitas rendah bagi kendaraan yang bisa sangat merugikan.

Dosen Konversi Energi Otomotif Universitas Negeri Semarang Widya Aryadi mengatakan, dampak dari pemakaian bahan bakar yang tak sesuai rekomendasi, paling singat akan membuat mesin mengelitik pada mobil. 

Baca juga: Goda Anak Muda, Daihatsu Siap Luncurkan Model Baru di GIIAS 2022

"Efeknya, BBM oktan rendah dan suhu temperatur pembakaran lebih tinggi. Sebelum busi memercikan api, pembakaran sudah terjadi atau terjadi proses pembakaran yang tak sempurna," kata Widya dihubungi telepon Kompas.com, Jumat (29/7/2022). 

Petugas melayani pembeli Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp.8400 perliter. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melayani pembeli Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp.8400 perliter.

Imbas dari proses pembakaran yang tak sempurna tersebut, tenaga mesin akan tambah ngedrop yang secara akumulasi, performa juga akan terasa berat atau lemot sehingga menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih boros.

"Jeda waktu pembakaran yang lebih lambat, bahan bakar oktan rendah cenderung lebih sulit terbakar," ujarnya. 

Menurut Widya, timing pembakaran mesin kendaraan modern kompresi di atas 10:1 lebih lambat jika diisi Pertalite.

Hal tersebut disebabkan sistem komputerisasi ECU standar yang terlambat mengirimkan sinyal ke katub pembakaran. 

Baca juga: 6 Pabrikan Otomotif Jepang Kolaborasi Bikin Mesin Bahan Bakar Hidrogen

Busi mobilBusi mobil Busi mobil

"Rasio kompresi mobil baru dibuat lebih tinggi untuk alasan efisiensi bahan bakar. Kompresi tinggi diisi BBM oktan rendah akan membuat pembakaran yang tak sempurna," kata dia. 

Adapun pembakaran tak sempurna terjadi karena proses pembakaran yang terlalu cepat, atau mendahului percikan busi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.